Seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo. Peristiwa yang menghebohkan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Korban diketahui berinisial RJS (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan. Jenazah korban ditemukan berada di dalam kendaraan dinas dengan kondisi yang menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah proses penyelidikan.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, almarhumah memiliki riwayat penyakit lambung akut. Namun, korban disebut tidak menjalani pengobatan secara rutin untuk mengendalikan kondisi kesehatannya tersebut.
Menurut Risang, informasi mengenai riwayat penyakit ini menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam proses penyelidikan. Meski demikian, pihak keluarga berharap penyebab kematian korban dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan forensik yang dilakukan petugas.
Selain kondisi kesehatan korban, perhatian juga tertuju pada posisi korban saat ditemukan. Berdasarkan informasi sementara, korban ditemukan berada di kursi depan sebelah kiri mobil dengan posisi sandaran kursi yang direbahkan.
Fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban kemungkinan tidak sendirian berada di dalam kendaraan tersebut. Meski begitu, dugaan tersebut masih sebatas asumsi awal dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Pihak keluarga menegaskan bahwa seluruh barang berharga milik korban dilaporkan masih berada di lokasi dan tidak ada indikasi kehilangan. Karena itu, mereka meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan oleh aparat penegak hukum.
Saat ini, penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik yang diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian secara lebih jelas. Hasil pemeriksaan tersebut dinilai menjadi kunci penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul terkait peristiwa ini.
Kasus meninggalnya ASN Bangkalan di kawasan Bandara Juanda ini pun terus menjadi perhatian publik. Pihak keluarga berharap proses penyelidikan berjalan transparan sehingga penyebab kematian korban dapat diketahui secara pasti dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.(Rhz2797)
