Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik Prosesi Adat Jokowi di Lampung Memanas, PSI Balas Sindiran PDIP soal Injak Kepala Kerbau

Juni 30, 2026 Last Updated 2026-06-30T00:54:37Z

Polemik mengenai prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Lampung terus menjadi perhatian publik. Ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan dalam rangkaian penyambutan adat memicu beragam tanggapan, mulai dari kritik hingga pembelaan dari sejumlah tokoh politik.


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu pihak yang membela prosesi tersebut setelah sebelumnya mendapat sindiran dari elite PDI Perjuangan (PDIP). PSI menilai kritik yang dilontarkan terhadap ritual adat itu justru berpotensi dianggap sebagai bentuk ketidakpahaman terhadap tradisi masyarakat Lampung.


Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengatakan prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi adat yang telah lama dikenal di Lampung. Menurutnya, ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari para pemangku adat kepada tamu yang mendapat kehormatan, sehingga tidak layak dipersepsikan secara negatif.


Bestari menegaskan bahwa tradisi tersebut telah berlangsung jauh sebelum dinamika politik saat ini berkembang. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menghormati adat dan budaya daerah tanpa menariknya ke dalam kepentingan politik praktis.


Selain menyoroti polemik mengenai prosesi adat, Bestari juga menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang sebelumnya mengomentari kualitas kepemimpinan Jokowi. Ia mempertanyakan dasar penilaian tersebut dan menilai setiap tokoh memiliki hak menentukan langkah politiknya sendiri.


Menurut Bestari, apabila terdapat perbedaan pandangan terhadap Jokowi, sebaiknya disikapi secara proporsional tanpa terus-menerus melontarkan komentar bernada sindiran. Ia juga menyarankan agar setiap partai lebih fokus melakukan evaluasi internal dibanding memperpanjang polemik.


Lebih lanjut, PSI berharap seluruh kader partai politik dapat menunjukkan sikap yang lebih menghargai keragaman adat dan budaya di Indonesia. Bestari bahkan mengusulkan agar pemahaman mengenai budaya daerah menjadi bagian dari pendidikan politik di internal partai.


Sebelumnya, prosesi adat Jokowi di Lampung menjadi viral di media sosial. Dalam salah satu momen yang banyak beredar, Jokowi tampak menginjak kepala kerbau yang telah disiapkan di atas karpet merah sebagai bagian dari ritual penyambutan adat.


Momen tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. Ia mengaku tidak memahami secara rinci makna tradisi tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui filosofi di balik prosesi menginjak kepala kerbau dalam adat Lampung.


Andreas juga menepis anggapan yang mengaitkan ritual tersebut dengan simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Menurutnya, lambang resmi PDIP adalah banteng bermoncong putih, bukan kepala kerbau, sehingga ia menganggap berbagai spekulasi yang berkembang tidak memiliki dasar yang jelas.


Perdebatan mengenai prosesi adat ini pun memunculkan diskusi lebih luas di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai tradisi budaya perlu dihormati sesuai makna aslinya, sementara yang lain mengingatkan agar simbol-simbol budaya tidak ditafsirkan secara politis sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.


Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Di sisi lain, sejumlah tokoh mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan penghormatan terhadap kearifan lokal serta menjaga agar perbedaan pandangan politik tidak mengaburkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.(Rhz2797)