Notification

×

Iklan

Iklan

VAR Jadi Sorotan! Jerman Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia, Nagelsmann Murka Usai Gol Penentu Dianulir

Juni 30, 2026 Last Updated 2026-06-30T00:40:37Z

Kontroversi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi perbincangan hangat di ajang Piala Dunia setelah Timnas Jerman harus mengakhiri langkah mereka secara dramatis di babak 16 besar. Kekalahan dari Paraguay tidak hanya menyisakan kekecewaan karena hasil akhir, tetapi juga memicu perdebatan soal keputusan wasit yang membatalkan gol penentu kemenangan Die Mannschaft.


Momen kontroversial terjadi pada babak perpanjangan waktu ketika bek Jonathan Tah berhasil menyundul bola ke gawang Paraguay usai menerima umpan sepak pojok. Gol tersebut sempat membuat para pemain dan pendukung Jerman bersorak karena diyakini membawa tim unggul 2-1.


Namun, euforia itu tidak berlangsung lama. Wasit asal Maroko, Jalal Jayed, menerima rekomendasi dari VAR untuk meninjau kembali proses terjadinya gol. Setelah melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, ia memutuskan membatalkan gol tersebut.


Keputusan itu didasarkan pada anggapan bahwa Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, dalam perebutan posisi sebelum Jonathan Tah menyundul bola. Keputusan tersebut langsung memancing protes dari kubu Jerman.


Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menjadi sosok yang paling menunjukkan kekecewaannya. Ia terlihat memegangi kepala ketika gol dibatalkan dan seusai pertandingan melontarkan kritik keras terhadap keputusan VAR.


Menurut Nagelsmann, keputusan tersebut sulit dipahami dan sangat merugikan timnya. Ia menilai kontak yang terjadi antara Anton dan kiper Paraguay masih dalam batas wajar sehingga seharusnya gol tetap disahkan.


Kontroversi itu juga mendapat sorotan dari sejumlah mantan wasit ternama Jerman. Patrick Ittrich menilai intervensi VAR tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, tidak ada dorongan, tarikan, ataupun pelanggaran yang cukup jelas untuk membatalkan gol.


Pendapat serupa disampaikan Thorsten Kinhöfer. Ia mengaku heran dengan keputusan tersebut dan menilai gol Jonathan Tah seharusnya tetap sah karena duel antara pemain Jerman dan kiper Paraguay merupakan bagian normal dalam permainan sepak bola.


Sebelumnya, pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Paraguay lebih dulu unggul melalui gol Julio Enciso pada babak pertama sehingga membuat Jerman berada di bawah tekanan.


Memasuki babak kedua, Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-54. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.


Jerman sebenarnya tampil lebih agresif pada perpanjangan waktu dan terus menekan pertahanan Paraguay. Gol Jonathan Tah sempat menjadi harapan untuk memastikan tiket ke perempat final sebelum akhirnya dianulir akibat keputusan VAR.


Laga pun berlanjut ke babak adu penalti. Di fase penentuan tersebut, performa Jerman justru menurun drastis. Beberapa eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Paraguay keluar sebagai pemenang dan memastikan langkah ke babak berikutnya.


Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Timnas Jerman. Selain tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan, hasil tersebut memperpanjang catatan buruk mereka di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir.


Kini, evaluasi besar menanti Julian Nagelsmann dan jajaran tim pelatih. Di sisi lain, keputusan VAR yang membatalkan gol Jonathan Tah diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan panjang di kalangan pecinta sepak bola dunia karena dianggap menjadi salah satu momen paling kontroversial di Piala Dunia tahun ini.(Rhz2797)