Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Parfum di Leher Disebut Picu Kanker Tiroid, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya

Juni 01, 2026 Last Updated 2026-06-01T05:35:40Z

Belakangan ini media sosial ramai memperbincangkan klaim yang menyebut kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke area leher dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Informasi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir dan mempertanyakan keamanan penggunaan parfum sehari-hari.


Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dokter spesialis bedah onkologi, dr. Diani Kartini, menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada area leher dapat memicu terjadinya kanker tiroid.


Menurutnya, kanker tiroid merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar tiroid secara tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi tumor ganas, namun penyebab pasti mutasi sel yang memicu kanker tiroid masih terus diteliti oleh para ilmuwan.


Meski penyebab utamanya belum diketahui secara pasti, dunia medis telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tiroid. Salah satu faktor yang paling kuat dan telah terbukti secara ilmiah adalah paparan radiasi, terutama pada area kepala dan leher.


Paparan radiasi tersebut bisa berasal dari terapi medis tertentu yang dilakukan pada masa anak-anak atau dari sumber radiasi pengion lainnya. Dampaknya bahkan dapat muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar, dengan rentang waktu antara 10 hingga 20 tahun kemudian.


Para ahli menegaskan bahwa cairan parfum yang disemprotkan ke kulit tidak memiliki kemampuan untuk menembus jaringan tubuh hingga menyebabkan perubahan sel pada kelenjar tiroid. Karena itu, penggunaan parfum sesuai aturan pemakaian umum tidak termasuk dalam daftar faktor risiko kanker tiroid yang diakui secara medis.


Penjelasan tersebut juga sejalan dengan berbagai pedoman kesehatan internasional yang menyebut paparan radiasi pengion sebagai faktor lingkungan utama yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker tiroid. Sementara itu, kandungan wewangian dalam produk parfum dan kosmetik yang telah beredar secara legal di pasaran tidak terbukti memiliki efek karsinogenik terhadap kelenjar tiroid.


Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan produk parfum yang telah memiliki izin edar resmi dan memenuhi standar keamanan. Langkah ini penting untuk menghindari risiko iritasi kulit atau efek samping lain yang mungkin muncul akibat penggunaan produk yang tidak terjamin kualitasnya.


Di tengah maraknya informasi kesehatan yang beredar di media sosial, masyarakat juga disarankan untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui sumber terpercaya atau berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. Dengan begitu, berbagai mitos kesehatan yang tidak didukung bukti ilmiah dapat disikapi secara lebih bijak.


Kesimpulannya, menyemprotkan parfum di area leher tidak terbukti menyebabkan kanker tiroid. Faktor risiko yang lebih perlu diwaspadai justru berkaitan dengan paparan radiasi dan kondisi medis tertentu yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah.(Rhz2797)