IPB University kembali mencatatkan prestasi di bidang konservasi satwa liar. Sebanyak 10 ekor rusa Timor hasil penangkaran resmi dilepasliarkan ke kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak penting karena merupakan pelepasliaran rusa pertama yang dilakukan langsung oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen IPB University dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui pendekatan konservasi yang berkelanjutan, yakni mengembalikan satwa hasil penangkaran (ex situ) ke habitat aslinya (in situ).
Berasal dari Penangkaran Kampus IPB Dramaga
Sepuluh rusa Timor yang dilepas merupakan hasil penangkaran Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FAHUTAN) IPB University. Selama ini, rusa-rusa tersebut dipelihara dan dikembangbiakkan di kawasan Taman Hutan Kampus IPB Dramaga.
Keberhasilan program penangkaran ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas fasilitas, mulai dari perbaikan kandang hingga sistem perawatan satwa yang lebih optimal.
Kepala Departemen KSHE IPB University, Nyoto Santoso, mengatakan keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk mengembalikan satwa liar ke habitat alaminya sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.
Upaya Memulihkan Populasi Rusa di Cikepuh
Pelepasliaran ini tidak sekadar memindahkan satwa ke alam bebas, tetapi juga menjadi bagian dari program pemulihan populasi rusa Timor yang sebelumnya pernah menghuni kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh.
IPB University juga memastikan proses konservasi tidak berhenti setelah pelepasliaran. Kampus akan terus melakukan pemantauan melalui penelitian yang melibatkan mahasiswa guna mengetahui perkembangan populasi rusa di habitat barunya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat untuk mendukung program konservasi satwa liar di masa mendatang.
United Tractors Dukung Program Konservasi
Program pelepasliaran ini turut mendapat dukungan dari United Tractors melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang lingkungan yang dikenal dengan nama UTrees.
Human Capital, Communications and Sustainability Director United Tractors, Ari Sutrisno, berharap rusa-rusa yang dilepas dapat berkembang biak secara alami sehingga mampu memperkuat keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan dampak yang lebih besar bagi kelestarian lingkungan Indonesia.
Perlindungan Habitat Jadi Kunci Keberhasilan
Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Jawa Barat, Wawan Sukawan, menjelaskan bahwa pelepasliaran satwa merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan populasi satwa liar melalui proses restocking.
Namun, ia menegaskan keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah satwa yang dilepas ke alam. Perlindungan habitat, pengawasan, dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan menjadi faktor utama agar satwa dapat bertahan hidup dan berkembang biak.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan rusa Timor kembali menjadi bagian penting dari ekosistem alami di Suaka Margasatwa Cikepuh sekaligus memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk jangka panjang.(Rhz2797)
