Notification

×

Iklan

Iklan

Hampir Seluruh Warga RI Sudah Terdaftar BPJS Kesehatan, Penyakit Jantung Jadi Beban Biaya Terbesar

Juli 02, 2026 Last Updated 2026-07-02T12:39:44Z


Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan peningkatan. Hingga akhir 2025, BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 282,7 juta jiwa atau sekitar 98,62 persen dari total penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan tingginya angka kepesertaan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan nasional.


Selain itu, akses layanan kesehatan juga dinilai semakin luas sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan medis di berbagai daerah.


"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program JKN sekaligus menunjukkan layanan kesehatan semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia," ujar Pujo dalam agenda Public Expose BPJS Kesehatan, Kamis (2/7/2026).


Lebih dari 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025


BPJS Kesehatan mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta JKN.


Angka tersebut setara dengan sekitar 1,9 juta pelayanan kesehatan setiap hari, mulai dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga layanan rujukan di rumah sakit.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, BPJS Kesehatan kini telah bekerja sama dengan:


  • 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
  • 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)
  • 6.190 fasilitas kesehatan penunjang di seluruh Indonesia.
  • Dana Jaminan Kesehatan Masih Terjaga


Dari sisi keuangan, BPJS Kesehatan melaporkan aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan hingga akhir 2025 mencapai Rp30,04 triliun.


Nilai tersebut dinilai memenuhi ketentuan karena mampu menutup estimasi pembayaran klaim selama sekitar 1,88 bulan.


Sementara itu, total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan sepanjang 2025 mencapai Rp191,3 triliun.


Dari jumlah tersebut, sekitar Rp50 triliun atau 26,42 persen dialokasikan untuk membiayai penanganan penyakit katastropik, yaitu penyakit dengan biaya pengobatan tinggi dan membutuhkan perawatan jangka panjang.


Jantung Jadi Penyakit dengan Biaya Terbesar


Penyakit jantung masih menjadi penyumbang biaya terbesar dalam pembiayaan JKN sepanjang 2025.


Berikut daftar penyakit katastropik dengan biaya tertinggi yang ditanggung BPJS Kesehatan:


  • Penyakit jantung: 29,7 juta kasus dengan total pembiayaan Rp17,3 triliun.
  • Gagal ginjal: 12,6 juta kasus dengan biaya Rp13,3 triliun.
  • Kanker: 7,1 juta kasus dengan pembiayaan Rp10,3 triliun.
  • Stroke: 9,5 juta kasus dengan biaya Rp7,2 triliun.
  • Hemofilia: 84,8 ribu kasus dengan pembiayaan Rp909,6 miliar.
  • Thalassemia: 398,1 ribu kasus dengan biaya Rp852,7 miliar.
  • Sirosis hati: 311,3 ribu kasus dengan total pembiayaan Rp278,1 miliar.
  • Komitmen Perluas Layanan JKN


BPJS Kesehatan menegaskan akan terus memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh peserta JKN.


Dengan cakupan kepesertaan yang telah mendekati 100 persen, pemerintah berharap Program JKN dapat terus menjadi fondasi utama dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia secara merata dan berkelanjutan.(Rhz2797)