Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bogor mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Sedikitnya 3.171 warga di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga mengalami kekeringan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, kekeringan terjadi akibat menurunnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan debit air terus menyusut hingga sejumlah sumber mata air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa dampak kekeringan dirasakan warga di enam RT yang berada di dua kampung, yakni Kampung Haur Kuning dan Kampung Babakan Kujang, Desa Jonggol.
Menurutnya, berkurangnya pasokan air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi harian.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal atau adanya sumber pasokan air alternatif.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. BPBD juga terus memantau perkembangan situasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan berpotensi memperluas wilayah yang mengalami kekeringan.
Secara keseluruhan, jumlah warga yang terdampak mencapai 937 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.171 jiwa.
Berikut rincian wilayah terdampak kekeringan di Desa Jonggol:
- Kampung Haur Kuning RT 03/RW 04: 521 jiwa
- Kampung Haur Kuning RT 04/RW 04: 589 jiwa
- Kampung Haur Kuning RT 01/RW 04: 582 jiwa
- Kampung Haur Kuning RT 02/RW 04: 426 jiwa
- Kampung Babakan Kujang RT 01/RW 10: 788 jiwa
- Kampung Babakan Kujang RT 02/RW 10: 265 jiwa
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan prakiraan musim kemarau yang masih berlanjut di sejumlah wilayah Jawa Barat, pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bertambahnya daerah yang berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih.(Rhz2797)
