Notification

×

Iklan

Iklan

Miris! Ribuan Tewas, Puluhan Ribu Warga Venezuela Terpaksa Tidur di Jalan Usai Gempa Dahsyat

Juli 02, 2026 Last Updated 2026-07-02T04:27:51Z


Dampak gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus memburuk. Selain menewaskan ribuan orang, bencana ini membuat puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa bertahan hidup di jalanan dengan kondisi serba terbatas.


Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (30/6), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.943 orang. Sementara itu, 10.571 orang mengalami luka-luka, dan sedikitnya 15.866 warga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka rusak atau hancur diterjang gempa.


Pemerintah Venezuela telah membuka sejumlah posko pengungsian untuk menampung para penyintas. Namun, kapasitas yang terbatas membuat masih banyak warga harus tidur di ruang terbuka sembari menunggu bantuan datang.


Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk


Gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang terjadi secara beruntun menyebabkan kerusakan besar, terutama di kawasan pelabuhan La Guaira. Ribuan bangunan roboh, sementara banyak korban masih diduga tertimbun reruntuhan.


Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meski masa emas penyelamatan selama 72 jam telah terlewati. Tim penyelamat masih berupaya menemukan korban yang kemungkinan masih hidup di bawah puing-puing bangunan.


Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan yang melibatkan lebih dari 2.000 personel serta sekitar 160 anjing pelacak untuk membantu proses evakuasi.


Warga Kesulitan Mendapatkan Makanan


Kondisi di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan semakin memprihatinkan. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut pasokan makanan mulai menipis, layanan dasar lumpuh, dan jaringan komunikasi masih terganggu di berbagai daerah.


Seorang warga La Guaira, Daniela Armas (18), menggambarkan situasi pembagian bantuan yang berlangsung kacau.


"Mereka membagikan pasokan di sini, tetapi terkadang orang-orang hampir saling membunuh demi makanan. Suasananya seperti sabung ayam," ujarnya.


Terbatasnya bantuan membuat ketegangan di lokasi pengungsian terus meningkat, terutama di daerah yang paling parah terdampak gempa.


Ribuan Korban Berhasil Diselamatkan


Hingga kini, sekitar 6.500 orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan di La Guaira. Jumlah korban selamat diperkirakan bisa mendekati 20.000 orang jika dihitung bersama mereka yang berhasil menyelamatkan diri atau dievakuasi oleh keluarga dan warga sekitar.


Meski demikian, banyak masyarakat menilai respons pemerintah masih berjalan lambat. Kondisi tersebut diperparah oleh krisis ekonomi yang telah berlangsung bertahun-tahun sehingga memengaruhi kesiapan infrastruktur dan layanan darurat saat menghadapi bencana besar.


WHO Ingatkan Ancaman Wabah Penyakit


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kondisi pengungsian yang padat dan minim sanitasi berpotensi memicu penyebaran berbagai penyakit menular.


Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengatakan sistem kesehatan Venezuela saat ini berada di bawah tekanan yang sangat berat. Risiko munculnya penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti campak dan difteri, juga meningkat karena rendahnya cakupan imunisasi sebelum gempa terjadi.


Sementara itu, UNHCR memperkirakan membutuhkan dana sekitar US$14,85 juta atau sekitar Rp266 miliar untuk menyediakan bantuan kemanusiaan dan tempat penampungan bagi sekitar 30.000 penyintas selama enam bulan ke depan.


Berdasarkan analisis citra satelit awal yang dirilis NASA, bencana tersebut diperkirakan telah merusak atau menghancurkan sedikitnya 58.870 bangunan, menjadikannya salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.(Rhz2797)