Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil sikap tegas terhadap maraknya aksi pencurian besi di berbagai fasilitas umum, seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman kota. Ia menegaskan pelaku yang terbukti melakukan pencurian akan dikenai sanksi, termasuk pencabutan bantuan pemerintah apabila memenuhi kriteria penerima.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kasus pencurian pagar besi di sejumlah lokasi di Jakarta, di antaranya kawasan Cilincing, Jakarta Utara, dan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Pelajar Terancam Kehilangan KJP
Pramono mengatakan telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindak tegas para pelaku pencurian fasilitas publik.
Ia menegaskan bahwa apabila pelaku merupakan pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), maka kepesertaannya akan dicabut. Sementara bagi pelaku yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos), pemerintah akan menghentikan penyaluran bantuan tersebut.
Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga aset publik, bukan justru merusaknya atau mengambilnya.
CCTV Dimanfaatkan untuk Mengungkap Pelaku
Selain memberikan sanksi administratif, Pramono meminta aparat memaksimalkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) yang telah dipasang di berbagai JPO di Jakarta.
Keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu proses penyelidikan, mulai dari mengidentifikasi pelaku hingga mendukung upaya penangkapan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap langkah tersebut dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya aksi pencurian fasilitas umum yang merugikan masyarakat.
Pagar Taman Kampung Melayu Raib Dicuri
Sebelumnya, warga melaporkan hilangnya pagar besi di taman yang berada di bawah kolong jalan layang (flyover) Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Menurut keterangan warga, pagar tersebut masih terlihat utuh sekitar sepekan sebelumnya. Namun dalam kurun waktu tiga hingga empat hari, hampir seluruh pagar besi dilaporkan telah hilang diduga dicuri.
Kasus tersebut kemudian menjadi sorotan setelah video aksi pencurian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, para pelaku diduga menjalankan aksinya secara terang-terangan tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Pemprov DKI Perketat Pengawasan Fasilitas Umum
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap berbagai fasilitas publik guna mencegah aksi pencurian maupun perusakan aset milik daerah.
Selain mengoptimalkan sistem pengawasan melalui CCTV, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan aset publik sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.(Rhz2797)
