Notification

×

Iklan

Iklan

Terungkap! Pesta Miras Diduga Jadi Awal Mula Tragis Tewasnya Anak Punk di Bekasi

Juli 23, 2026 Last Updated 2026-07-23T09:39:15Z

Kepolisian mengungkap kronologi lengkap kasus tewasnya seorang anak punk berinisial FA di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Dari hasil penyelidikan, insiden maut tersebut diduga diawali oleh pesta minuman keras yang berlangsung sebelum terjadi pengeroyokan hingga penikaman.


Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Mondy Tatto, Doni Darmawan alias Donal, dan Darmin. Mondy Tatto serta Donal dijerat dalam kasus dugaan pengeroyokan, sedangkan Darmin ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia.


Berawal dari Cekcok di Depan Salon


Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula pada Sabtu (27/6/2026) malam ketika korban FA berkumpul bersama Mondy Tatto, Donal, Darmin, dan sejumlah rekan mereka di depan sebuah salon di Jalan Kiai Asnawi, Cikarang Barat.


Saat berkumpul, FA terlibat adu mulut dengan Donal. Perselisihan tersebut kemudian berubah menjadi perkelahian. Polisi menyebut Mondy Tatto ikut membantu Donal dalam insiden tersebut hingga akhirnya perkelahian berhasil dilerai oleh rekan-rekan mereka.


Meski sempat mereda, konflik itu ternyata belum benar-benar berakhir.


Pesta Minuman Keras Berlanjut Hingga Dini Hari


Setelah insiden pertama selesai, korban dan kelompoknya kembali berkumpul di kawasan Ceger sekitar tengah malam. Di lokasi tersebut, mereka diduga mengonsumsi minuman keras bersama hingga menjelang dini hari.


Sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan kemudian berpindah ke sebuah kontrakan di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat, yang diketahui merupakan tempat tinggal Mondy Tatto.


Menurut penyidik, suasana di kontrakan semula berjalan biasa. Namun sekitar satu jam kemudian, korban kembali terlibat adu mulut dengan Mondy Tatto dan Donal.


Upaya Melerai Berujung Penikaman


Darmin yang berada di lokasi disebut berusaha melerai pertengkaran tersebut. Ia menegur korban agar tidak kembali berselisih dengan Mondy Tatto.


Namun situasi justru semakin memanas. Polisi menyebut korban diduga memukul kepala Darmin menggunakan tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram.


Merasa diserang, Darmin diduga mengambil pisau dan menusuk korban pada bagian punggung. Berdasarkan hasil autopsi, luka tusuk ditemukan pada tubuh korban.


Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kontrakan lain. Akan tetapi, penyidik menyebut Darmin terus mengejar FA dan kembali melakukan penusukan hingga beberapa kali.


Akibat luka yang dideritanya, korban akhirnya terjatuh di jalan sebelum kemudian dilarikan oleh rekan-rekannya ke rumah sakit.


Korban Meninggal Dunia, Tiga Tersangka Diproses Hukum


Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawa FA tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang menyebabkan pendarahan hebat.


Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum sesuai dengan peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa tersebut. Polisi masih terus melengkapi berkas penyidikan untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus yang menghebohkan warga Cikarang Barat ini.


Kasus tersebut kembali menjadi pengingat akan bahaya konsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol diri hingga berujung pada tindak kekerasan dengan konsekuensi fatal.(Rhz2797)