Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Bocah Yatim Piatu di Sukabumi Kecanduan Hirup Bensin, Kisahnya Bikin Hati Terenyuh

Juli 06, 2026 Last Updated 2026-07-06T05:13:42Z

Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah perempuan berkebutuhan khusus di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perhatian luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, anak itu terlihat berusaha membuka jok sepeda motor untuk menghirup aroma bensin, diduga karena telah mengalami kecanduan sejak lama.


Video yang diunggah melalui akun TikTok milik seorang warga bernama Putri Rahma itu telah ditonton jutaan kali dan memicu keprihatinan publik. Banyak warganet berharap anak tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan pendampingan yang memadai.


Sudah Lama Mengalami Kecanduan


Menurut Putri, aksi yang direkamnya bukanlah kejadian pertama. Warga sekitar mengaku sudah lama mengetahui kebiasaan bocah tersebut yang selalu mencari aroma bahan bakar minyak (BBM).


Ia sengaja membagikan video tersebut agar kondisi sang anak mendapat perhatian lebih luas dari masyarakat maupun instansi terkait.


"Video itu bukan kejadian pertama. Saya ingin orang tahu bagaimana kondisi anak ini karena memang sudah sangat ketergantungan. Jujur, saya merasa sedih melihatnya," ujarnya.


Hidup Sebatang Kara Setelah Orang Tua Meninggal


Kisah bocah itu semakin menyentuh karena ia diketahui merupakan penyandang tunarungu dan tunawicara sejak lahir. Setahun lalu, kedua orang tuanya meninggal dunia sehingga kini ia diasuh oleh kakak perempuannya.


Meski demikian, keluarga disebut tidak menelantarkan anak tersebut. Kakaknya yang juga harus merawat anak balita mengalami kesulitan mengawasi karena sang adik sering keluar rumah dan berkeliaran sendiri.


Warga sekitar pun telah terbiasa membantu, mulai dari memberinya makanan hingga mengantarkannya pulang ketika ditemukan berada di jalan.


Sering Membahayakan Diri di Jalan Raya


Selain kecanduan menghirup bensin, warga mengaku khawatir terhadap keselamatan bocah tersebut. Karena keterbatasan pendengaran yang dimilikinya, ia beberapa kali nyaris tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan.


Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya penanganan yang lebih intensif agar keselamatan dan kesehatan anak dapat terjaga.


Dinsos: Kasus Sudah Ditangani


Menanggapi video yang viral, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi memastikan kasus tersebut bukanlah hal baru. Pemerintah daerah mengaku telah melakukan pendampingan sejak beberapa waktu lalu.


Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, mengatakan pihaknya bersama Kepala Dinas Sosial bahkan telah mendatangi rumah keluarga dan merujuk anak tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan ke dokter spesialis kejiwaan di RSUD Syamsudin SH.


Menurutnya, tantangan terbesar adalah pengawasan di rumah karena anak tersebut kerap keluar tanpa sepengetahuan keluarga.


Sempat Akan Direhabilitasi, Namun Tertunda


Dinsos juga mengungkapkan bahwa pihaknya pernah mengupayakan penempatan bocah tersebut di sebuah panti rehabilitasi di Jawa Barat.


Keluarga maupun pihak panti pada awalnya telah menyetujui rencana tersebut. Namun, proses penempatan akhirnya batal setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang membuat panti belum dapat menerima anak tersebut.


Kemensos Turun Tangan Cari Solusi


Saat ini, penanganan kasus tersebut turut melibatkan Sentra Phalamartha, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial.


Dinas Sosial Kota Sukabumi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mencari solusi terbaik, sehingga bocah tersebut dapat memperoleh layanan kesehatan, rehabilitasi, serta pendampingan sosial yang sesuai dengan kebutuhannya.


Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian bersama terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus, terutama mereka yang kehilangan orang tua dan membutuhkan perlindungan serta dukungan berkelanjutan dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.(Rhz2797)