Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Geger! Amran Copot 13 Pejabat Kementan Gegara Judi Online, Ada yang Deposit Rp200 Juta

Agustus 31, 2026 Last Updated 2026-08-31T06:05:44Z

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas terhadap pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang diduga terlibat aktivitas judi online. Sebanyak 13 pejabat dicopot dari jabatannya setelah laporan mengenai keterlibatan mereka diverifikasi oleh internal kementerian.


Yang menjadi sorotan, salah satu pejabat yang terjaring dalam tindakan disiplin tersebut disebut memiliki nilai deposit untuk aktivitas judi online hingga mencapai Rp200 juta.


Amran menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara terburu-buru. Kementan terlebih dahulu menerima laporan, kemudian melakukan verifikasi sebelum menjatuhkan tindakan terhadap para pejabat yang dinilai tidak menjalankan disiplin sebagai aparatur negara.


“Hari ini kami rapat mulai jam 6 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak. Pejabat, eselonya nggak usah sebut, pejabat aja. 13 orang kami copot, karena tidak disiplin, ikut judol. Kami copot semua,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).


Pencopotan Disebut Bersifat Permanen


Amran memastikan pencopotan terhadap 13 pejabat tersebut bersifat permanen. Ia juga telah meminta jajaran terkait di Kementan untuk segera menyiapkan pengganti agar roda organisasi dan pelayanan tetap berjalan.


Menurut Amran, tindakan tegas tersebut dilakukan setelah pihaknya memastikan laporan mengenai keterlibatan para pejabat dalam judi online memiliki dasar yang telah diverifikasi.


“Karena kita dapat laporan, kemudian kita verifikasi betul kita copot. Permanen. Bukan copot sembarang,” tegasnya.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementan menjaga kedisiplinan dan integritas aparatur di lingkungan kementerian. Amran menilai keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam aktivitas judi online tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.


ASN Harus Menjadi Contoh bagi Masyarakat


Menurut Amran, ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, perilaku dan tindakan pegawai pemerintah juga diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi publik.


Ia mengatakan, pembinaan sebenarnya telah dilakukan terhadap pegawai yang diketahui terlibat dalam aktivitas judi online. Namun, ketika persoalan tersebut kembali ditemukan, Kementan memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih tegas melalui pencopotan dari jabatan.


“Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” ujar Amran.


Amran menekankan bahwa pembinaan terhadap pegawai tetap menjadi bagian dari tanggung jawab pimpinan. Namun, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan juga harus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah tidak terganggu.


Kementan Tegaskan Sikap terhadap Judi Online


Pencopotan 13 pejabat ini memperlihatkan sikap tegas Kementerian Pertanian dalam menangani dugaan pelanggaran disiplin di lingkungan internalnya. Kementan kini bersiap mengisi jabatan yang ditinggalkan agar tugas dan fungsi organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Kasus tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya integritas ASN dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Bagi Amran, jabatan bukan hanya soal tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan keteladanan dan kepercayaan masyarakat.


Ke depan, langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk menjaga profesionalisme, disiplin, serta integritas dalam menjalankan tugas negara.(Rhz2797)