Notification

×

Iklan

Iklan

Krisis Air di Bogor Makin Meluas, 140 Ribu Warga Kini Terdampak Kekeringan

Agustus 01, 2026 Last Updated 2026-08-01T06:33:16Z

 Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus meluas. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menunjukkan jumlah warga yang terdampak kini mencapai 140.724 jiwa.


Jumlah tersebut merupakan data yang dihimpun sejak 10 Juni hingga 31 Juli 2026. Perluasan wilayah terdampak juga terlihat dari bertambahnya jumlah kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan kekeringan saat ini telah berdampak terhadap 28 kecamatan di Kabupaten Bogor.


104 Desa dan Kelurahan Terdampak


Tak hanya menyasar wilayah kecamatan, kondisi kekeringan juga telah dirasakan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.


BPBD Kabupaten Bogor mencatat terdapat 104 desa atau kelurahan yang terdampak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah telah menyiapkan 267 titik distribusi air bersih.


Perluasan dampak tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.


Lebih dari 1,1 Juta Liter Air Bersih Disalurkan


Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak.


Hingga 31 Juli 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 1.142.000 liter.


Distribusi dilakukan ke berbagai wilayah terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama krisis air berlangsung.


Dalam Sepekan, Jumlah Warga Terdampak Melonjak


Peningkatan jumlah warga yang terdampak terlihat cukup signifikan dibandingkan data pada pekan sebelumnya.


Pada 24 Juli 2026, BPBD Kabupaten Bogor mencatat kekeringan telah melanda 24 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai 94.002 jiwa.


Saat itu, data dihimpun sejak 10 Juni hingga 24 Juli 2026. Artinya, hanya dalam waktu sekitar satu pekan, jumlah kecamatan terdampak bertambah dari 24 menjadi 28 kecamatan.


Sementara jumlah warga yang mengalami dampak krisis air meningkat dari sekitar 94 ribu jiwa menjadi lebih dari 140 ribu jiwa.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Bogor perlu terus diantisipasi, terutama apabila kondisi kemarau masih berlangsung.


BPBD bersama pihak terkait pun terus melakukan pemantauan serta pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan.(Rhz2797)