Notification

×

Iklan

Iklan

219 Penerima MBG Terdampak di Batang, BGN Copot Kepala SPPG dan Hentikan Dapur

September 25, 2026 Last Updated 2026-09-25T07:48:51Z


 Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas setelah ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.


Hingga Kamis (24/9/2026) pukul 03.00 WIB, BGN mencatat sebanyak 219 penerima manfaat terdampak. Dari jumlah tersebut, 132 orang menjalani rawat inap, sedangkan 87 lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Data tersebut masih diperbarui sesuai perkembangan pendataan di lapangan.


Sebagai langkah penanganan awal, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Bawang dengan status suspend berat. Kepala SPPG Bawang juga dicopot dari jabatannya.


BGN Temukan Dugaan Pelanggaran SOP


Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan awal menemukan adanya ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG.


Menurut BGN, temuan tersebut menjadi dasar untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus investigasi bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait.


Salah satu temuan berkaitan dengan proses pengolahan telur yang dilakukan lebih awal dari waktu yang seharusnya. Pemeriksaan juga menemukan sejumlah bagian dapur yang kondisi kebersihannya perlu mendapat perhatian.


Meski demikian, BGN belum menyimpulkan bahwa temuan tersebut merupakan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat.


Seluruh tahapan penyediaan makanan masih ditelusuri, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi kepada penerima manfaat.


Operasional SPPG Bawang Dihentikan Sementara


Penghentian operasional SPPG Bawang dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keamanan pangan selama proses investigasi berlangsung.


BGN menyatakan evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap proses memasak, tetapi juga terhadap seluruh mekanisme kerja dan rantai pasok di dapur tersebut.


Langkah ini diperlukan untuk memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG benar-benar diterapkan pada setiap tahapan.


BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Satgas MBG untuk memastikan para penerima manfaat yang terdampak memperoleh penanganan medis.


Data Korban Masih Dapat Berubah


BGN menegaskan angka 219 penerima manfaat merupakan data berdasarkan laporan hingga Kamis dini hari dan masih dapat diperbarui.


Hal ini karena proses pendataan serta koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan dan tim terkait masih berlangsung.


Dalam perkembangan di lapangan, sejumlah laporan media juga menyebut jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan dapat berubah seiring pendataan lanjutan. Karena itu, angka resmi BGN menjadi rujukan utama untuk perkembangan kasus pada tahap investigasi saat ini.


Penyebab Gangguan Kesehatan Masih Diselidiki


BGN belum menyatakan jenis makanan atau bahan tertentu sebagai penyebab kejadian. Pemeriksaan masih dilakukan secara menyeluruh untuk mendapatkan bukti dan fakta terkait sumber gangguan kesehatan tersebut.


Proses investigasi melibatkan Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya. Sampel dan tahapan pengolahan makanan menjadi bagian yang perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan penyebab secara ilmiah.


BGN menegaskan tidak ingin melakukan spekulasi sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.


Sanksi Tambahan Bisa Diberikan


Pencopotan Kepala SPPG dan pemberlakuan suspend berat merupakan langkah awal yang telah dilakukan BGN.


Apabila investigasi menemukan pelanggaran atau kelalaian yang lebih berat, BGN menyatakan sanksi tambahan dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.


Evaluasi juga akan menjadi dasar untuk memperbaiki mekanisme kerja SPPG dan memperkuat penerapan standar keamanan pangan.


Kasus di SPPG Bawang Batang menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan penerima manfaat program MBG. BGN memastikan investigasi akan terus dilakukan untuk mengetahui fakta kejadian sekaligus mencegah kasus serupa terulang kembali.(Rhz2797)