Notification

×

Iklan

Iklan

Kekeringan Bekasi Makin Meluas, TNI Salurkan 55 Ribu Liter Air Bersih ke Warga

September 29, 2026 Last Updated 2026-09-29T09:52:24Z

 Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, semakin berdampak pada kebutuhan air bersih warga. Menghadapi kondisi tersebut, Korem 051/Wijayakarta mengerahkan bantuan air bersih menggunakan 11 unit mobil tangki dengan total kapasitas mencapai 55 ribu liter.


Bantuan tersebut salah satunya disalurkan ke Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan cukup parah. Penyaluran air dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah sulitnya mendapatkan sumber air.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, terdapat 329 titik yang mengalami kekeringan. Titik-titik tersebut tersebar di 50 desa yang berada di 14 kecamatan.


Kecamatan Cibarusah tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah titik kekeringan cukup tinggi, yakni mencapai 89 titik. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat Desa Wibawamulya.


Anggota Babinsa Koramil 09 Cibarusah Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Serka Jajat Sudrajat, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai respons atas kondisi warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.


Menurutnya, armada tangki air TNI AD akan dikerahkan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi.


“Water tank TNI AD akan menyambangi 50 desa di Kabupaten Bekasi untuk menyalurkan air bersih gratis bagi warga,” ujar Sudrajat, Selasa (29/9/2026).


Khusus di Desa Wibawamulya, penyaluran air bersih dilakukan di empat titik. Bantuan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 3.200 warga, dengan penerima manfaat sekitar 200 kepala keluarga (KK) di setiap titik distribusi.


Bantuan air bersih dari Korem 051/Wijayakarta mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku bantuan tersebut sangat membantu, terutama setelah sumber air yang selama ini digunakan mulai mengering.


Sami, salah seorang warga Desa Wibawamulya, mengatakan kondisi kekurangan air sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Sumur yang biasanya menjadi sumber air warga kini tidak lagi bisa diandalkan.


“Sudah satu bulan lebih enggak punya air. Biasanya ambil air dari sumur, tapi kering. Terus kita ambil air ke kobak (mata air), tapi kering juga,” kata Sami.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sami dan warga lainnya terpaksa membeli air dari pedagang keliling. Kondisi tersebut tentu menambah pengeluaran rumah tangga, terutama bagi warga yang membutuhkan air dalam jumlah cukup banyak.


Karena itu, distribusi air gratis dari TNI menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat Desa Wibawamulya. Sami mengaku lega karena untuk sementara tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.


“Alhamdulillah, sekarang kita gak usah beli air lagi. Sekarang sudah ada bantuan air bersih dari Bapak ABRI (TNI). Terima kasih, Pak,” pungkasnya.


Penyaluran puluhan ribu liter air tersebut menjadi salah satu bentuk respons terhadap dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi. Dengan puluhan desa terdampak, kebutuhan air bersih diperkirakan masih menjadi perhatian bagi masyarakat selama kondisi kemarau berlangsung.(Rhz2797)