Ribuan pekerja dari berbagai wilayah kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026). Aksi tersebut digelar untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan yang saat ini tengah dibahas DPR bersama pemerintah.
Massa aksi berasal dari Konfederasi Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Mereka datang dari sejumlah daerah di Jabodetabek hingga kawasan industri seperti Karawang, Subang, dan Serang.
Sekjen Konfederasi ASPEK Indonesia, Tri Asmoko Aripan, menyebut jumlah peserta aksi mencapai sekitar 20 ribu orang. Menurutnya, demonstrasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian gerakan buruh untuk menyampaikan aspirasi terkait substansi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
Tri Asmoko mengatakan, aksi di depan kompleks parlemen bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sebelumnya, kelompok buruh juga telah melakukan aksi di sejumlah daerah dan menggelar demonstrasi di kawasan Grand Indonesia pada 24 September 2026 untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
" Aksi hari ini itu adalah rangkaian aksi," kata Tri Asmoko dalam keterangannya.
Buruh Kawal Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi perhatian serikat pekerja karena regulasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar pengaturan perlindungan pekerja di Indonesia.
Sebelumnya, pemerintah telah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Pelindungan Ketenagakerjaan kepada DPR pada 14 September 2026. DIM tersebut memuat berbagai masukan yang berasal dari pemerintah, pekerja, dan pengusaha sebagai bahan pembahasan bersama.
DPR juga menyatakan pembahasan RUU masih membuka ruang bagi masukan dari berbagai pihak. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pengupahan, hubungan kerja, perlindungan pekerja, hingga dinamika pekerjaan di sektor ekonomi digital.
Massa Buruh Mulai Padati Kompleks DPR
Pantauan di lokasi menunjukkan massa buruh mulai berdatangan menuju kawasan Gedung DPR/MPR RI menggunakan kendaraan roda dua. Arus kedatangan peserta aksi membuat kawasan sekitar kompleks parlemen dipadati kelompok pekerja dari berbagai daerah.
Di sisi lain, aparat gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Sejumlah kendaraan taktis juga terlihat dikerahkan di sekitar lokasi aksi sebagai bagian dari pengamanan.
Aksi tersebut berlangsung ketika proses pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan memasuki tahapan penting. DPR sebelumnya menyampaikan bahwa pembahasan regulasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Oktober 2026, meski masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan antara kelompok buruh dan pengusaha yang perlu dimediasi.
Dengan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI ini, kelompok buruh kembali menegaskan keinginan mereka agar aspirasi pekerja diperhatikan dalam pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.(Rhz2797)
