Notification

×

Iklan

Iklan

Sering Duduk dan Jarang Gerak? Kebiasaan Ini Ternyata Berkaitan dengan Risiko Kanker

September 01, 2026 Last Updated 2026-09-01T14:57:48Z

 Kebiasaan malas bergerak atau sedentary lifestyle kerap dianggap sebagai hal sepele. Padahal, terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan minim aktivitas fisik dapat berdampak pada kesehatan, termasuk berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis.

 

Meski demikian, gaya hidup sedentari tidak bisa disebut sebagai satu-satunya penyebab kanker. Penyakit kanker bersifat multifaktorial, sehingga kemunculannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, pola hidup, berat badan, lingkungan, hingga faktor lainnya.


Spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi, dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM, menjelaskan bahwa salah satu kaitan antara kebiasaan kurang bergerak dengan kanker adalah melalui obesitas.


Hal tersebut disampaikan dr Santi dalam temu media di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026). Menurutnya, gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dan berkurangnya massa otot.


Obesitas sendiri telah dikenal sebagai salah satu faktor risiko berbagai jenis kanker berdasarkan sejumlah penelitian yang telah dipublikasikan.


Dengan demikian, hubungan antara kebiasaan sedentari dan kanker tidak sesederhana anggapan bahwa terlalu banyak duduk secara langsung menyebabkan kanker. Ada sejumlah proses dan faktor kesehatan lain yang dapat menjadi perantara, salah satunya kelebihan berat badan atau obesitas.


Penelitian 2026 Soroti Hubungan Kurang Gerak dan Kanker


Kaitan antara perilaku sedentari dengan risiko kanker juga menjadi perhatian dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026 dengan judul “Sedentary behaviour and cancer risk: a World Cancer Research Fund International Global Cancer Update Programme (CUP Global) systematic literature review and meta-analysis”.


Dalam penelitian tersebut, perilaku sedentari dalam waktu lama dinilai kemungkinan memiliki hubungan dengan terjadinya kanker payudara dan kanker usus besar.


Peneliti juga menemukan bukti yang masih terbatas namun mengarah pada hubungan positif antara perilaku sedentari dengan beberapa pasangan jenis kanker lainnya, termasuk kanker paru-paru dan kanker ovarium.


Temuan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil penelitian juga perlu dipahami secara proporsional karena risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama seseorang duduk.


Kurangi Duduk, Perbanyak Aktivitas Fisik


Kebiasaan aktif bergerak dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berdiri secara berkala saat bekerja, melakukan pekerjaan rumah, atau berolahraga secara rutin dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan dalam kondisi sedentari.


Menjaga berat badan tetap sehat juga penting karena obesitas diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker.


Karena itu, bagi orang yang sehari-hari banyak duduk, perubahan kecil namun konsisten dapat menjadi langkah awal. Mengurangi durasi duduk dan menyisipkan aktivitas fisik di sela rutinitas dapat membantu membangun pola hidup yang lebih aktif.(Rhz2797)