Notification

×

Iklan

Iklan

Target 4 Emas Indonesia di Asian Games 2026 Mulai Dievaluasi, Kemenpora Ungkap Alasannya

September 23, 2026 Last Updated 2026-09-23T06:51:09Z

Target empat medali emas Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mulai mendapat evaluasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Memasuki hari kelima kompetisi, capaian sementara kontingen Merah Putih masih belum menghasilkan medali emas.


Hingga Rabu (23/9/2026), Indonesia tercatat mengoleksi satu medali perak dan tujuh medali perunggu. Dengan jumlah tersebut, posisi Indonesia masih berada di papan tengah klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2026.


Evaluasi dilakukan Kemenpora bersama pimpinan cabang olahraga (cabor) untuk melihat perkembangan prestasi atlet dibandingkan dengan target yang telah disepakati sebelum kontingen Indonesia berangkat ke Jepang.


Target Empat Emas Dibahas Bersama Cabor


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan target empat medali emas tersebut bukan angka yang ditetapkan secara sepihak oleh Kemenpora.


Menurut Erick, target disusun melalui pembahasan bersama pimpinan masing-masing cabor dengan mempertimbangkan potensi atlet, kesiapan, peluang meraih medali, serta nomor pertandingan yang diikuti.


Karena itu, selama Asian Games berlangsung, Kemenpora bersama cabor akan terus memantau apakah hasil yang diraih atlet sesuai dengan proyeksi awal.


“Target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama,” ujar Erick dalam keterangan resmi Kemenpora, Rabu (23/9/2026).


Wushu Jadi Salah Satu Catatan Evaluasi


Salah satu hasil yang menjadi perhatian adalah cabang olahraga wushu. Sebelumnya, Indonesia memproyeksikan medali emas dari nomor taolu changquan putra.


Namun, peluang tersebut belum berhasil diwujudkan menjadi emas. Atlet Indonesia justru mendapatkan medali perunggu dari nomor tersebut.


Kemenpora tetap mengapresiasi perjuangan atlet, tetapi hasil itu juga menjadi bahan evaluasi karena belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Kemenpora sendiri mencatat atlet wushu Eugenia Diva Widodo menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.


Evaluasi tersebut tidak diarahkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Fokusnya adalah mengetahui faktor yang membuat hasil pertandingan belum sesuai proyeksi sekaligus mencari langkah perbaikan untuk nomor-nomor pertandingan berikutnya.


Peluang Medali Indonesia Masih Terbuka


Meski belum mendapatkan emas hingga memasuki hari kelima, perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games 2026 masih panjang.


Sejumlah atlet dan tim Merah Putih masih dijadwalkan bertanding di berbagai cabang olahraga. Pada Rabu (23/9), misalnya, Indonesia memiliki agenda pertandingan di bulu tangkis, esports, basket 3x3, hoki lapangan, sepaktakraw, hingga sejumlah cabang lainnya.


Di sektor bulu tangkis, tim beregu putri Indonesia memastikan medali perunggu setelah kalah 0-3 dari China pada semifinal. Putri Kusuma Wardani menjadi salah satu pemain yang tampil pada pertandingan tersebut.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang penambahan medali masih terbuka karena kompetisi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlangsung.


Kemenpora Minta Atlet Tetap Fokus


Erick Thohir meminta evaluasi tidak sampai mengganggu konsentrasi atlet yang masih bertanding. Menurutnya, setiap hasil pertandingan harus menjadi bahan pembelajaran, sementara para atlet tetap membutuhkan dukungan hingga kompetisi berakhir.


Target empat emas juga masih dipertahankan Kemenpora dan terus dikoordinasikan bersama NOC Indonesia, Chef de Mission (CdM), serta pimpinan cabang olahraga.


Erick menekankan bahwa target medali merupakan komitmen bersama. Ketika hasil belum sesuai sasaran, evaluasi dilakukan untuk memperbaiki strategi dan memaksimalkan peluang yang masih tersedia.


Dengan masih banyak pertandingan yang akan berlangsung, Kemenpora memastikan pemantauan terhadap performa kontingen Indonesia terus dilakukan hingga Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir.(Rhz2797)