Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu, diamankan aparat TNI di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (19/9/2026).
Abdon diamankan sesaat setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Nop Goliat. Menurut keterangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, Abdon merupakan salah satu orang yang telah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri.
Abdon Ditangkap Setelah Turun dari Pesawat
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 14.59 WIT. Saat itu, Abdon tiba di Dekai menggunakan pesawat Trigana Air PK-YSC jenis Boeing 737-500.
Sebelum pesawat mendarat, personel TNI disebut telah mengamankan sejumlah akses keluar dan masuk Bandara Nop Goliat Dekai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi Abdon melarikan diri setelah tiba di lokasi.
Setelah turun dari pesawat, Abdon langsung dicegat dan diamankan personel TNI. Ia kemudian dibawa ke salah satu ruang isolasi di area Bandara Nop Goliat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
TNI Sebut Abdon Hendak Transaksi Senjata Api
Menurut Lucky Avianto, dalam pemeriksaan awal Abdon mengaku datang ke Dekai untuk melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api.
Transaksi tersebut, berdasarkan keterangan TNI, disebut akan dilakukan dengan seseorang di wilayah Kali Seng, Yahukimo. Aparat juga menyatakan menemukan percakapan terkait rencana transaksi tersebut pada perangkat elektronik milik Abdon.
"Abdon Kisamdu mengaku tujuannya ke Dekai untuk melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api dari seseorang di daerah Kali Seng, Yahukimo," kata Lucky.
Namun, informasi yang dipublikasikan aparat sejauh ini belum merinci jenis dan jumlah senjata api yang disebut akan dibeli maupun identitas pihak yang diduga menjadi penjual.
Sudah Lama Masuk Daftar Pencarian Orang
Kogabwilhan III menyebut Abdon telah lama menjadi target operasi dan masuk dalam DPO Mabes Polri.
Penangkapan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai keberadaannya di dalam pesawat yang menuju Dekai. Personel kemudian melakukan pengamanan di area bandara sebelum mencegat Abdon setelah pesawat mendarat.
Setelah diamankan, Abdon menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui aktivitas serta tujuan kedatangannya di Yahukimo.
Pemeriksaan Masih Didalami Aparat
Keterangan mengenai dugaan transaksi senjata api tersebut saat ini masih bersumber dari hasil pemeriksaan awal yang disampaikan pihak TNI.
Aparat menyebut adanya percakapan di perangkat milik Abdon yang dinilai berkaitan dengan rencana pembelian senjata. Namun, rincian mengenai barang yang menjadi objek transaksi serta proses hukum selanjutnya belum disampaikan secara lengkap kepada publik.
Penangkapan Abdon menambah daftar operasi aparat terhadap kelompok bersenjata di wilayah Papua Pegunungan. Aparat sebelumnya juga menyatakan akan terus melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Hingga Minggu (20/9/2026), perkembangan mengenai status hukum Abdon Kisamdu setelah penangkapan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari aparat penegak hukum.(Rhz2797)
