Notification

×

Iklan

Iklan

Isu Ijazah Gibran Memanas, Ray Rangkuti Sebut Ada Kepanikan di Lingkaran Jokowi

Oktober 17, 2026 Last Updated 2026-10-17T14:03:48Z

 Polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyinggung dugaan adanya operasi politik yang bertujuan merusak reputasi dirinya dan keluarganya. Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai ada indikasi kepanikan di lingkungan Jokowi seiring berkembangnya isu tersebut.

Ray mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Jokowi. Menurutnya, tudingan mengenai adanya pihak yang berupaya menjatuhkan reputasi keluarga mantan presiden itu bukan kali pertama disampaikan ke publik.

Meski demikian, Ray menyoroti belum adanya kejelasan mengenai siapa sosok yang dimaksud Jokowi sebagai aktor maupun pihak yang diduga menunggangi polemik tersebut.

Dalam keterangannya kepada iNews.id pada Sabtu (17/10/2026), Ray mengatakan bahwa pernyataan serupa telah berulang kali muncul selama beberapa tahun terakhir, tetapi belum disertai kejelasan mengenai pihak yang dituding berada di balik persoalan itu.

Ray Rangkuti Soroti Dugaan Kepanikan di Lingkungan Jokowi

Ray menilai perkembangan polemik ijazah Gibran, terutama dorongan penggunaan hak angket di DPR untuk membentuk panitia khusus (pansus), menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca pernyataan terbaru Jokowi. Menurut Ray, meningkatnya dorongan agar persoalan tersebut dibahas melalui mekanisme politik di parlemen dapat menjelaskan konteks munculnya pernyataan mantan presiden itu. Ia berpandangan bahwa pernyataan mengenai dugaan operasi politik dapat mencerminkan kekhawatiran di lingkungan Jokowi terhadap perkembangan isu ijazah Gibran. Meski begitu, penilaian mengenai adanya kepanikan tersebut merupakan pandangan Ray Rangkuti. Pernyataan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya operasi politik maupun memastikan motif di balik pernyataan Jokowi.

Ray Singgung Pola Respons Jokowi terhadap Kritik

Selain menyoroti polemik ijazah Gibran, Ray juga mengaitkan pernyataan terbaru Jokowi dengan pola respons yang menurutnya pernah terlihat selama mantan kepala negara tersebut menjabat sebagai presiden.

Ray menyinggung pelaporan ke kepolisian sebagai salah satu bentuk respons yang, menurut penilaiannya, pernah muncul ketika persoalan yang melibatkan Jokowi menjadi perhatian publik.

Ia memandang perkembangan terbaru ini perlu dilihat dalam konteks hubungan antara kritik, polemik politik, dan respons pihak yang menjadi sasaran pemberitaan.

Namun, penilaian tersebut merupakan analisis Ray terhadap pola komunikasi dan respons politik Jokowi. Untuk menilai persoalan secara menyeluruh, perkembangan kasus dan pernyataan dari pihak-pihak terkait tetap perlu diperhatikan.

Jokowi Sebut Ada Dugaan Operasi Politik di Balik Isu Ijazah

Sebelumnya, Jokowi memberikan tanggapan mengenai polemik ijazah yang kembali ramai diperbincangkan masyarakat. Ia mengaku bersikap santai dalam menghadapi persoalan tersebut, tetapi menduga terdapat operasi politik yang bertujuan menurunkan reputasi dirinya dan Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi juga menilai isu ijazah tersebut berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan lain yang sedang berkembang.

Pernyataan itu kembali memunculkan perdebatan mengenai latar belakang polemik ijazah Gibran, termasuk apakah persoalan tersebut lebih berkaitan dengan tuntutan klarifikasi publik atau dinamika politik.

Hingga informasi dalam pemberitaan ini disusun, dugaan mengenai adanya operasi politik yang disampaikan Jokowi belum disertai bukti yang dipaparkan dalam materi pemberitaan tersebut. Demikian pula, penilaian Ray mengenai kepanikan di lingkungan Jokowi merupakan pendapat pengamat yang perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.

Perkembangan polemik ini pun masih menjadi perhatian publik, terutama terkait dorongan penggunaan hak angket di DPR dan bagaimana pihak-pihak terkait merespons berbagai pertanyaan mengenai isu ijazah Gibran.(Rhz2797)