Insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, menuai perhatian DPR. Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, meminta kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas, termasuk mendalami kemungkinan adanya dugaan perundungan di lingkungan internal kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) itu menewaskan anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) berinisial Bharatu LVVL. Nasir menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut, terlebih korban dan terduga pelaku sama-sama merupakan anggota Polri.
"Komisi III DPR RI prihatin dan menyayangkan peristiwa itu terjadi. Apalagi pelaku dan korban adalah anggota polisi," ujar Nasir saat dihubungi, Senin (19/10/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, proses hukum harus berjalan secara menyeluruh agar penyebab penembakan dapat terungkap secara jelas. Menurutnya, penanganan kasus tidak cukup hanya dengan menetapkan tersangka, tetapi juga perlu mengungkap latar belakang dan faktor yang memicu terjadinya insiden tersebut.
DPR Minta Dugaan Perundungan di Lingkungan Polri Didalami
Selain mendorong pengusutan perkara, Nasir meminta Polri memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemungkinan adanya perundungan atau perlakuan tidak pantas di lingkungan kerja kepolisian.
Nasir menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang sehat di antara personel, termasuk dalam interaksi antara anggota senior dan junior.
"Meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas, segera antisipasi agar perundungan seperti itu tidak terjadi lagi," katanya.
Ia juga menilai komunikasi yang terbuka dan saling menghormati dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah konflik internal berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
"Membangun komunikasi yang sehat antara senior dan junior," pungkasnya.
Meski demikian, dugaan perundungan tersebut masih perlu ditelusuri oleh penyidik. Belum ada kepastian bahwa perundungan menjadi penyebab penembakan yang menewaskan Bharatu LVVL.
Polisi Telah Menahan Anggota Berinisial AR
Sebelumnya, penembakan terjadi di kawasan Markas Komando Ditpoludara, Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan insiden tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Bharatu LVVL.
"Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara Bharatu LVVL dalam peristiwa penembakan tersebut," kata Budi dalam keterangannya, seperti dikutip iNewsTangsel.
Dalam perkembangan penanganan perkara, polisi telah menangkap anggota Polri berinisial AR yang ditetapkan sebagai tersangka. AR ditahan di Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Penahanan tersangka menjadi bagian dari proses hukum untuk mengungkap secara rinci rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya korban.
Namun, hingga informasi dalam pemberitaan tersebut disampaikan, motif penembakan belum diketahui secara pasti oleh pihak keluarga korban.
Keluarga Korban Menunggu Kejelasan Motif Penembakan
Kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan tim pengacara telah dibentuk untuk mendampingi keluarga dalam mengikuti perkembangan penanganan perkara.
Pihaknya berencana berkoordinasi dengan penyidik Jatanras Polda Metro Jaya guna memperoleh informasi mengenai perkembangan penyidikan, termasuk kemungkinan latar belakang yang memicu insiden tersebut.
"Tim pengacara sudah terbentuk. Pada Senin, kami akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, khususnya Jatanras, untuk menanyakan sejauh mana penanganan kasus ini," ujar Petrus.
Ia menyebut keluarga korban belum mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai persoalan yang mungkin terjadi antara korban dan tersangka sebelum penembakan berlangsung.
"Yang jelas, salah satu tersangka sudah ditahan. Namun, kami belum mengetahui apa yang melatarbelakangi peristiwa ini. Kira-kira, apa masalah antara pelaku dan korban?" katanya.
Keluarga korban berharap penyidik dapat mengungkap motif serta kronologi kejadian secara terang agar perkara tersebut memperoleh kejelasan hukum.
Pengusutan Tuntas Dinilai Penting untuk Mencegah Kasus Berulang
Kasus penembakan sesama anggota Polri di Pondok Cabe menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan institusi penegak hukum dan mengakibatkan hilangnya nyawa seorang personel.
Desakan DPR agar perkara diusut tuntas juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap hubungan kerja, kedisiplinan, dan mekanisme pengawasan internal di tubuh kepolisian.
Selain memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, penyelidikan yang menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan personal, konflik internal, atau faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Hingga motif penembakan terungkap melalui proses penyidikan, dugaan mengenai penyebab insiden perlu diperlakukan secara hati-hati. Publik kini menunggu penjelasan resmi kepolisian mengenai kronologi lengkap dan faktor yang melatarbelakangi tewasnya Bharatu LVVL.(Rhz2797)

