Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan permukiman warga terendam, lahan pertanian terdampak, hingga ribuan keluarga harus menghadapi dampak bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah mengalami banjir dengan tingkat dampak yang berbeda-beda. Beberapa warga bahkan terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan penanganan banjir di sejumlah daerah tersebut dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Banjir di Tanah Datar, 15 Rumah dan Lahan Pertanian Terendam
Salah satu wilayah yang terdampak banjir berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Banjir yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) menyebabkan 15 keluarga terpaksa mengungsi.
Selain permukiman warga, genangan air juga merendam 15 unit rumah serta sekitar 15 hektare lahan pertanian dan kolam ikan milik masyarakat.
BNPB melaporkan kondisi air di wilayah tersebut mulai berangsur surut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tanah Datar juga telah turun ke lokasi untuk membantu penanganan dampak banjir.
Berton mengimbau masyarakat untuk ikut membersihkan rumah masing-masing setelah air surut guna mencegah munculnya masalah kesehatan akibat sisa lumpur dan material banjir.
"TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar membutuhkan bantuan warga untuk membersihkan rumah masing-masing sehingga yang terkena luapan tadi bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah untuk kesehatan di kemudian hari," kata Berton.
Langkat Jadi Salah Satu Wilayah dengan Dampak Banjir Terbesar
Banjir juga melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, terutama Kabupaten Langkat dan Mandailing Natal.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak 3.157 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Langkat. Sementara itu, di Kabupaten Mandailing Natal, jumlah warga terdampak tercatat mencapai 287 KK.
Besarnya jumlah keluarga terdampak di Langkat menunjukkan bahwa banjir telah memberikan dampak luas terhadap aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memantau perkembangan kondisi banjir serta memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak berjalan.
Empat Wilayah di Aceh Juga Dilanda Banjir
Di Provinsi Aceh, banjir dilaporkan melanda Kota Subulussalam, Kabupaten Gayo Lues, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.
Untuk wilayah Subulussalam, BNPB menyebut kondisi air mulai berangsur surut. Sementara itu, sejumlah daerah lainnya masih menjalani proses penanganan dampak banjir.
Banjir di Kabupaten Aceh Barat dilaporkan terjadi sejak 31 Oktober 2026. Bencana tersebut melanda 10 kecamatan dan 43 gampong atau desa.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 105 jiwa dilaporkan mengungsi untuk menghindari dampak banjir yang meluas ke kawasan permukiman.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Selatan sudah terjadi sejak 28 Oktober 2026. Sedikitnya dua kecamatan dan tiga gampong terdampak bencana tersebut.
BNPB mencatat sebanyak 218 KK atau sekitar 756 jiwa terdampak banjir di Aceh Selatan. Dari jumlah tersebut, sebagian warga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman.
Ratusan Warga Mengungsi, Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat
Dampak banjir di Aceh Selatan juga menyebabkan kerusakan dan genangan pada sejumlah rumah warga. BNPB mencatat sebanyak 210 unit rumah terdampak akibat bencana tersebut.
Dalam laporan yang disampaikan Berton, terdapat 161 jiwa yang mengungsi di wilayah Aceh Selatan.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat banjir mulai 30 Oktober hingga 12 November 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar untuk mempercepat penanganan bencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Langkah penanganan meliputi pemantauan kondisi wilayah, pendataan korban terdampak, serta koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.
BNPB Minta Warga Tetap Waspada
Meluasnya banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi perhatian pemerintah, terutama karena sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, khususnya di sekitar bantaran sungai dan daerah rendah, diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan naiknya permukaan air.
Warga juga diminta memperhatikan informasi resmi dari BPBD dan BNPB serta segera mengungsi apabila kondisi lingkungan dinilai membahayakan keselamatan.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak.
BNPB memastikan perkembangan situasi bencana akan terus diperbarui berdasarkan laporan dari masing-masing daerah agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.(Rhz2797)

