Menjelang 100 hari menuju kickoff, Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi sorotan tajam dari berbagai penjuru dunia. Turnamen yang akan digelar di tiga negara—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—itu kini dibayangi isu geopolitik, keamanan, hingga harga tiket yang dinilai selangit.
Edisi 2026 akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan. Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Mexico City.
Konflik Geopolitik Tambah Lapisan Risiko
Ketegangan global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, menjadi perhatian tambahan bagi penyelenggara. Ajang olahraga sebesar Piala Dunia memang kerap bersinggungan dengan dinamika politik internasional, namun situasi kali ini dinilai menambah kompleksitas pengamanan.
Pejabat dari negara-negara peserta yang telah lolos kualifikasi bahkan telah bertemu staf FIFA di Atlanta untuk membahas berbagai skenario pengamanan dan kesiapan teknis.
FIFA dituntut memastikan keamanan maksimal di seluruh kota tuan rumah, terutama dengan meningkatnya sensitivitas global terhadap isu geopolitik.
Masalah Keamanan di Kota Tuan Rumah
Di Amerika Serikat, tantangan muncul di Kansas City. Aparat kepolisian setempat mengungkapkan perlunya tambahan dana federal untuk pengamanan. Tanpa kepastian anggaran, sejumlah agenda pendukung Piala Dunia berpotensi dibatalkan.
Sementara itu, di Foxborough, Massachusetts, pemerintah kota meminta FIFA membayar sekitar USD7,8 juta untuk menutup biaya kepolisian dan operasional stadion. Stadion milik klub NFL New England Patriots dijadwalkan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan, termasuk laga fase grup hingga perempat final.
Di Meksiko, situasi keamanan juga menjadi sorotan setelah meningkatnya kekerasan di negara bagian Jalisco. Kota Guadalajara, yang akan menjadi salah satu venue pertandingan, ikut menjadi perhatian.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan turnamen tetap aman bagi penggemar. Hal senada disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan kepercayaan penuh terhadap kesiapan tuan rumah.
Harga Tiket Fantastis, Suporter Protes
Isu lain yang tak kalah panas adalah harga tiket. FIFA memiliki sekitar 7 juta kursi untuk dijual dan mengklaim menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket.
Namun, publik terkejut ketika harga tiket premium diumumkan mencapai USD8.680 atau sekitar Rp172 juta per lembar. Meski FIFA menyediakan ratusan tiket kategori khusus seharga USD60 untuk setiap pertandingan bagi federasi peserta, sebagian besar tiket di platform resmi penjualan ulang tetap dibanderol di atas USD1.000.
Platform resmi tersebut juga mengenakan biaya transaksi tambahan sebesar 15 persen, memicu kritik dari penggemar yang menilai harga semakin tak terjangkau.
Ambisi Jadi Piala Dunia Terbesar
Terlepas dari berbagai tantangan, FIFA tetap berambisi menjadikan edisi 2026 sebagai Piala Dunia paling inklusif dan paling spektakuler sepanjang sejarah.
Dengan 48 tim, format baru, dan tiga negara tuan rumah, turnamen ini memang berpotensi mencetak rekor. Namun, menjelang 100 hari menuju kick-off, dunia kini menanti apakah seluruh tantangan—dari geopolitik hingga tiket mahal—dapat dikelola tanpa mengurangi kemeriahan pesta sepak bola terbesar di planet ini. ⚽
