Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Keluarkan Senjata Rahasia? Rudal Sejjil 23 Ton Akhirnya Diluncurkan ke Israel

Maret 16, 2026 Last Updated 2026-03-15T22:56:53Z

 

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan peluncuran rudal balistik Sejjil ke wilayah **Israel pada Minggu, 15 Maret 2026. Serangan tersebut menjadi penggunaan pertama rudal strategis berbahan bakar padat itu sejak konflik terbaru pecah antara **Iran, **United States, dan Israel pada akhir Februari lalu.


Menurut pernyataan resmi IRGC yang dikutip media Iran Tasnim News Agency, peluncuran rudal Sejjil merupakan bagian dari gelombang ke-54 serangan balasan Iran dalam operasi militer yang mereka sebut Operation True Promise 4.


Serangan tersebut tidak hanya melibatkan rudal Sejjil, tetapi juga sejumlah rudal lain seperti Khorramshahr, Khaybar-shekan, Qadr, dan Emad. IRGC menyebut target utama serangan adalah pusat pengambilan keputusan militer serta fasilitas strategis yang berhubungan dengan operasi udara Israel.


Target Serangan: Infrastruktur dan Basis Militer


Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa gelombang serangan terbaru difokuskan pada infrastruktur penting Israel, termasuk fasilitas industri pertahanan dan lokasi yang menjadi titik konsentrasi pasukan militer.


Serangan tersebut disebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Israel sekaligus memberikan tekanan strategis terhadap operasi udara yang dilakukan negara tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.


Mengenal Rudal Balistik Sejjil


Sejjil missile merupakan rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang dikembangkan oleh Iran dengan teknologi bahan bakar padat. Rudal ini juga dikenal dengan nama Ashura dalam beberapa laporan militer.


Berbeda dengan rudal berbahan bakar cair, sistem propelan padat memungkinkan persiapan peluncuran berlangsung jauh lebih cepat. Keunggulan ini membuat rudal lebih sulit dideteksi atau dihancurkan oleh sistem pertahanan sebelum diluncurkan.


Menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang juga dikutip media The Economic Times, Sejjil memiliki sejumlah spesifikasi penting:


  • Panjang sekitar 18 meter
  • Diameter sekitar 1,25 meter
  • Berat peluncuran sekitar 23,6 ton
  • Kapasitas muatan hingga 700 kilogram
  • Jangkauan operasional sekitar 2.000 kilometer


Dengan jangkauan tersebut, rudal ini mampu menjangkau hampir seluruh wilayah Timur Tengah, termasuk Israel, serta sebagian wilayah Eropa dan Asia.


Dikembangkan Sejak 2008


Rudal Sejjil pertama kali diuji oleh Iran pada tahun 2008. Sejak saat itu, proyek pengembangan rudal ini menjadi bagian penting dari program pertahanan strategis negara tersebut.


Namun, laporan uji coba terakhir yang diketahui publik terjadi pada 2012. Karena itu, penggunaan Sejjil dalam konflik terbaru ini dianggap sebagai momen penting yang menunjukkan Iran kembali mengoperasikan salah satu sistem persenjataan balistik paling kuat yang dimilikinya.


Situasi di kawasan Timur Tengah pun semakin menjadi sorotan dunia, mengingat penggunaan rudal jarak jauh berpotensi meningkatkan eskalasi konflik regional secara signifikan.