Notification

×

Iklan

Iklan

Haru! 21 Anak Pemulung di Bekasi Akhirnya Bisa Sekolah, Yayasan Ini Jadi Penyelamat

April 19, 2026 Last Updated 2026-04-19T04:17:19Z

Pendidikan menjadi harapan besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengubah masa depan mereka. Di Bekasi, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan kembali menunjukkan kepeduliannya dengan mendaftarkan 21 anak binaan dari kalangan pemulung, pengamen, hingga anak rentan sosial lainnya ke jenjang pendidikan formal.


Program ini dilakukan untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026, dengan para anak binaan tersebut akan menempuh pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga program kesetaraan Paket A. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarga marginal.


Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama agar anak-anak dari keluarga pemulung memiliki kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan.


Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal belajar membaca dan menulis, tetapi juga memberikan legalitas berupa ijazah serta peningkatan keterampilan yang dapat membuka peluang kerja lebih luas.


“Memberikan ijazah dan meningkatkan keahlian, sehingga anak tidak perlu memulung seperti orang tuanya,” ujar Eddie Karsito saat memberikan pengarahan kepada orang tua wali murid di Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Sabtu (18/4/2026).


Saat ini, yayasan tersebut tercatat membina sebanyak 94 anak dari berbagai latar belakang keluarga kurang mampu, mulai dari pemulung, pengamen jalanan, pedagang asongan, buruh pabrik, hingga anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian khusus.


Tak hanya fokus pada pendidikan, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga aktif membantu masyarakat marginal dalam pengurusan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan kartu keluarga. Layanan ini sangat penting karena masih banyak warga di wilayah perbatasan Bekasi, Depok, Bogor, hingga Jakarta Timur yang belum memiliki dokumen resmi.


Dengan adanya dukungan pendidikan dan administrasi kependudukan ini, diharapkan anak-anak dari keluarga rentan sosial memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih cerah serta keluar dari lingkaran kemiskinan yang diwariskan secara turun-temurun.(Rhz2797)