Kesemutan atau nyeri di tangan sering kali dianggap hal biasa akibat kelelahan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal Carpal Tunnel Syndrome (CTS), salah satu gangguan saraf yang cukup umum terjadi, terutama pada orang dengan aktivitas tangan berulang.
Menurut Wienorman Gunawan dari Brawijaya Hospital, CTS terjadi akibat tekanan pada saraf median di area pergelangan tangan. Saraf ini berperan penting dalam mengatur sensasi dan pergerakan tangan.
Secara anatomi, saraf median berada di dalam lorong sempit yang disebut terowongan karpal. Ketika terjadi tekanan pada area tersebut, fungsi saraf dapat terganggu dan menimbulkan berbagai keluhan.
“Tekanan pada saraf median di dalam carpal tunnel dapat menyebabkan gangguan sensorik dan motorik pada tangan,” jelas dr. Wienorman.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
CTS umumnya berkembang secara bertahap, bukan muncul tiba-tiba. Beberapa gejala awal yang sering dirasakan antara lain:
- Kesemutan atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah
- Nyeri di pergelangan tangan yang bisa menjalar ke lengan
- Kelemahan saat menggenggam benda
- Keluhan yang semakin terasa pada malam hari
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi tangan secara signifikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab dan Faktor Risiko
Gaya hidup modern menjadi salah satu pemicu utama CTS. Aktivitas seperti mengetik dalam waktu lama, penggunaan gadget berlebihan, hingga pekerjaan manual yang repetitif dapat meningkatkan risiko.
Selain itu, CTS juga lebih sering dialami oleh wanita usia 40–60 tahun, penderita obesitas, ibu hamil, serta individu dengan penyakit seperti diabetes atau gangguan tiroid.
Dampaknya pun tidak bisa dianggap remeh. Penderita bisa mengalami kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti mengetik, memegang benda kecil, bahkan terganggu tidurnya akibat nyeri yang muncul di malam hari.
Cara Penanganan yang Tepat
Seiring perkembangan dunia medis, CTS kini dapat ditangani dengan berbagai metode, tergantung tingkat keparahannya. Penanganan umumnya dimulai dari cara konservatif hingga tindakan medis lanjutan, seperti:
- Mengurangi aktivitas yang membebani tangan
- Menggunakan wrist splint untuk menjaga posisi pergelangan
- Konsumsi obat antiinflamasi atau suntikan steroid
- Fisioterapi untuk memulihkan fungsi otot dan saraf
- Operasi (carpal tunnel release) untuk kasus yang lebih berat
Deteksi dini menjadi kunci utama agar kondisi tidak semakin parah. Jika kesemutan atau nyeri pada tangan mulai sering terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Dengan penanganan yang tepat, gejala CTS dapat dikendalikan sehingga fungsi tangan tetap optimal dan produktivitas tidak terganggu.(Rhz2797)
