Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Ribu Jemaah Haji RI Sudah Tiba di Saudi, Lansia Jadi Prioritas Utama

April 27, 2026 Last Updated 2026-04-27T12:40:46Z


Sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia dari 78 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Arab Saudi hingga Minggu, 26 April 2026 pukul 18.00 waktu setempat. Data tersebut disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian dari pemantauan proses kedatangan jemaah ke Tanah Suci.


Dari total jumlah tersebut, tercatat sebanyak 6.172 jemaah merupakan lanjut usia (lansia). Kondisi ini membuat pelayanan ramah lansia menjadi fokus utama dalam operasional penyambutan jemaah haji tahun ini.


Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian khusus karena mereka membutuhkan pendampingan ekstra setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi.


“Sampai hari ini, 30.611 jemaah telah tiba di Tanah Suci melalui 78 kloter. Dari jumlah itu, 6.172 di antaranya adalah jemaah lansia. Angka ini menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang,” ujar Abdul dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).


Untuk mendukung kenyamanan para jemaah, khususnya lansia, Daker Bandara telah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan di sejumlah titik layanan kedatangan. Fasilitas tersebut meliputi kursi roda, mobil golf, payung, hingga pampers untuk kebutuhan khusus jemaah lanjut usia.


Langkah ini dilakukan agar para jemaah tetap merasa aman dan nyaman sejak pertama kali tiba di bandara Arab Saudi. Petugas juga diminta bekerja cepat dan tanggap terhadap kondisi setiap jemaah yang berbeda-beda.


Abdul menegaskan bahwa pendekatan pelayanan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan empati. Tidak semua jemaah memiliki kondisi fisik yang sama, sehingga petugas harus mampu memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


“Ada jemaah yang kuat berjalan, ada yang perlu dituntun, ada yang harus segera dibantu kursi roda. Semua harus dilayani dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati,” jelasnya.


Selain itu, petugas juga ditempatkan di berbagai titik strategis seperti area antre pengambilan bagasi, pemeriksaan dokumen, hingga proses perpindahan menuju bus pengangkut jemaah ke hotel atau lokasi tujuan berikutnya.


Penempatan petugas di titik-titik tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pelayanan sekaligus meminimalkan kendala yang mungkin dialami jemaah, terutama mereka yang membutuhkan bantuan khusus.


Seiring dengan masih berlangsungnya proses kedatangan jemaah haji dari Indonesia, pihak Daker Bandara memastikan evaluasi layanan akan terus dilakukan setiap hari agar pelayanan semakin optimal.


Menurut Abdul, prinsip utama pelayanan adalah memastikan seluruh jemaah merasakan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan mereka selama menjalankan ibadah haji.


“Kedatangan jemaah masih terus berjalan. Karena itu, layanan di bandara akan terus kami evaluasi setiap hari. Prinsipnya, jemaah harus merasa aman, nyaman, terbantu, dan merasakan negara benar-benar hadir dalam memenuhi kebutuhan mereka,” tutupnya.


Dengan jumlah kedatangan yang terus bertambah, kesiapan layanan di bandara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, terutama bagi para jemaah lansia yang membutuhkan perhatian lebih. (Rhz2797)