Notification

×

Iklan

Iklan

Teralis Rumah Jadi Sorotan Usai Kebakaran Maut di Jakbar, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terjebak Api

April 18, 2026 Last Updated 2026-04-18T05:54:18Z


Kebakaran tragis yang menewaskan lima orang sekeluarga di kawasan Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Salah satu faktor yang disebut memperumit proses penyelamatan adalah keberadaan teralis besi yang terpasang di rumah korban.


Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat berusaha memadamkan api sekaligus mengevakuasi penghuni rumah. Teralis besi yang dipasang pada bagian rumah dinilai menghambat akses cepat saat kondisi darurat.


Menurut Iin, keberadaan teralis memang sering dipasang demi alasan keamanan, namun di sisi lain dapat menjadi ancaman saat terjadi kebakaran atau kondisi yang membutuhkan evakuasi cepat. Ia berharap masyarakat mulai mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum memasang teralis permanen di rumah.


“Ini menjadi perhatian bersama. Teralis memang penting untuk keamanan, tetapi saat kondisi darurat seperti kebakaran, hal itu justru bisa menyulitkan proses penyelamatan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).


Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, petugas menemukan lima korban berada di lantai dua rumah. Diduga, saat api mulai membesar dari lantai satu, para penghuni berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atas. Namun saat hendak turun kembali, mereka sudah terjebak kobaran api yang semakin membesar.


Api yang cepat menyebar membuat korban tidak memiliki jalan keluar. Kondisi rumah yang tertutup serta adanya teralis semakin memperparah situasi hingga akhirnya seluruh korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.


Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Jumat dini hari, 17 April 2026, sekitar pukul 02.18 WIB di Jalan Rambutan Timur VI RT 05 RW 04, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.


Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, menyampaikan bahwa objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dan seluruh korban merupakan satu keluarga.


Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran beserta 40 personel langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penyisiran area rumah. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas menemukan para korban di dalam bangunan.


Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Namun, pihak berwenang masih terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sumber utama kebakaran tersebut.


Iin Mutmainah juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan rutin terhadap kabel, stop kontak, hingga penggunaan perangkat elektronik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.


Tragedi ini menjadi pengingat bahwa sistem keamanan rumah harus tetap mempertimbangkan jalur evakuasi saat kondisi darurat. Keselamatan penghuni harus menjadi prioritas utama, bukan hanya perlindungan dari anc luar. (Rhz2797)