Aksi demonstrasi buruh Indomaret pecah di kawasan Menara Indomaret, PIK, Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026). Massa pekerja memprotes kebijakan perusahaan yang disebut menghapus upah lembur saat tanggal merah dan menggantinya dengan hari libur tambahan.
Dalam aksi tersebut, para pekerja memperingatkan akan menggelar demonstrasi dengan skala lebih besar secara nasional apabila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh manajemen perusahaan.
Perwakilan karyawan Indomaret, Ahmad Saifuddin, menegaskan bahwa buruh menginginkan kepastian terkait hak lembur yang selama ini diterima pekerja. Menurutnya, aksi lanjutan bisa terjadi di berbagai daerah jika perusahaan dianggap mengabaikan tuntutan pekerja.
“Kalau tidak ada keputusan yang jelas dan hak pekerja tetap tidak dipenuhi, kami siap melakukan aksi yang lebih besar di seluruh cabang nasional,” ujarnya kepada wartawan.
Ahmad juga menyebut langkah selanjutnya akan mengikuti arahan dari serikat pekerja yang menaungi para buruh Indomaret.
Upah Lembur Dinilai Sangat Penting
Salah satu pekerja Indomaret, Winda Ayu, mengaku sangat terdampak oleh perubahan kebijakan tersebut. Karyawan yang telah bekerja selama enam tahun itu mengatakan sebelumnya pekerja bisa menerima sekitar Rp400 ribu ketika masuk kerja saat hari libur nasional atau tanggal merah.
Namun sejak Mei 2026, sistem tersebut berubah. Upah lembur disebut dihapus dan diganti dengan tambahan hari libur.
Bagi Winda, uang lembur itu memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah. Ia menilai nominal tersebut sangat membantu kondisi ekonomi pekerja.
Selain itu, Winda juga menyinggung soal beban biaya NKL atau nota kurang lebih yang harus ditanggung pegawai akibat kehilangan barang di toko. Menurutnya, pekerja sudah dibebani tanggung jawab tersebut sehingga hak lembur seharusnya tetap diberikan perusahaan.
Massa Buruh Padati Menara Indomaret
Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai berkumpul sejak pagi hari sekitar pukul 09.40 WIB. Para demonstran datang menggunakan atribut organisasi buruh masing-masing.
Sejumlah bendera organisasi seperti Partai Buruh dan FSPMI tampak berkibar di area aksi. Demonstrasi juga dipandu menggunakan mobil komando dengan orasi bergantian dari perwakilan pekerja.
Teriakan tuntutan terus disuarakan massa sepanjang aksi berlangsung. Salah satu seruan yang paling sering terdengar adalah permintaan agar perusahaan membayar hak lembur pekerja.
“Bayarkan lembur kami!” teriak massa secara bersamaan.
Enam Tuntutan Buruh Indomaret
Dalam spanduk yang dibawa massa dari PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang, terdapat enam tuntutan utama yang disampaikan kepada perusahaan, yaitu:
- Menolak segala bentuk pemaksaan dan intimidasi terhadap pekerja
- Menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur
- Menolak penggantian upah lembur dengan tambahan hari libur
- Menuntut perusahaan patuh terhadap aturan ketenagakerjaan
- Meminta penindakan tegas terhadap oknum intimidasi
- Menjaga hubungan industrial agar tetap kondusif
Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyangkut hak pekerja ritel modern yang jumlahnya sangat besar di Indonesia. Hingga kini, pihak manajemen Indomaret belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para buruh tersebut.(Rhz2797)
