Tawuran pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di kawasan dekat Stasiun Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin pagi (25/5/2026). Insiden tersebut sempat membuat arus lalu lintas lumpuh dan mengganggu aktivitas warga yang hendak berangkat kerja maupun sekolah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.55 WIB saat kondisi jalan tengah ramai dipadati kendaraan. Sejumlah pengendara motor terlihat berhenti karena akses jalan tertutup massa yang terlibat bentrokan. Situasi semakin mencekam ketika asap putih tampak mengepul di tengah kerumunan.
Salah satu pemotor bernama Ilham mengaku berada langsung di lokasi kejadian. Ia mengatakan banyak pengendara sempat kebingungan karena tawuran berlangsung di jalur utama arah Jakarta menuju Bekasi.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengendara memilih berhenti sambil merekam situasi. Namun sebagian lainnya justru nekat menerobos kerumunan demi bisa melanjutkan perjalanan.
“Kejadiannya sebelum Stasiun Klender arah Jakarta ke Bekasi. Saya dan pengendara lain akhirnya menerobos karena situasi macet total,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, aksi nekat itu bukan tanpa risiko. Beberapa pengendara motor disebut sempat terkena lemparan botol air mineral dari arah massa tawuran. Meski begitu, kondisi korban dipastikan tidak mengalami luka serius.
Ilham mengatakan dirinya sengaja ikut menerobos karena sudah terlambat masuk kerja. Ia menilai sebagian besar pengendara akhirnya memilih maju bersama-sama agar lebih aman melewati lokasi bentrokan.
“Alhamdulillah yang kena lemparan aman. Saya juga sempat memastikan kondisinya. Karena ramai-ramai menerobos, mungkin jadi lebih berani,” katanya.
Selain pengendara yang memilih melintas, ada pula warga yang memutuskan putar balik atau menunggu situasi kondusif. Tawuran akhirnya berhasil dibubarkan setelah aparat kepolisian datang ke lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan massa yang terlibat tawuran berhasil dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob.
“Sudah dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob,” ujar Alfian dalam keterangannya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi tawuran susulan serta memastikan arus lalu lintas kembali normal.(Rhz2797)
