Memilih jurusan kuliah kini menjadi keputusan yang semakin kompleks bagi calon mahasiswa. Jika dulu faktor minat dan hobi menjadi pertimbangan utama, kini banyak orang juga memperhitungkan peluang kerja, kebutuhan industri, hingga potensi penghasilan setelah lulus.
Perubahan tren dunia kerja membuat sejumlah jurusan yang sebelumnya cukup populer mulai mengalami penurunan minat. Penyebabnya beragam, mulai dari terbatasnya lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi hingga tingkat gaji yang dianggap kurang kompetitif dibanding jurusan lain.
Berdasarkan survei yang dirilis platform rekrutmen ZipRecruiter, sekitar 44 persen lulusan sarjana mengaku menyesali jurusan yang mereka pilih saat kuliah. Kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang pendidikan menjadi salah satu alasan utama yang banyak dikeluhkan.
Lantas, jurusan apa saja yang kini mulai dianggap kurang menjanjikan oleh sebagian lulusan? Berikut daftarnya.
1. Antropologi
Antropologi merupakan jurusan yang mempelajari budaya, perilaku manusia, serta dinamika kehidupan sosial dalam berbagai kelompok masyarakat. Meski memiliki nilai akademik yang tinggi, peluang kerja yang secara khusus membutuhkan lulusan antropologi masih tergolong terbatas.
Banyak lulusan akhirnya harus menambah keterampilan lain agar dapat bersaing di berbagai sektor industri. Kondisi tersebut membuat jurusan ini mulai kurang diminati dibanding program studi yang memiliki jalur karier lebih jelas.
2. Pemasaran
Jurusan pemasaran atau marketing masih dibutuhkan di dunia bisnis. Namun, perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan industri berubah dengan cepat.
Saat ini, perusahaan lebih banyak mencari kandidat yang tidak hanya memahami pemasaran konvensional, tetapi juga menguasai digital marketing, analisis data, optimasi mesin pencari (SEO), hingga strategi media sosial. Persaingan yang semakin ketat membuat lulusan pemasaran harus terus meningkatkan kompetensinya agar tetap relevan.
3. Bahasa Inggris dan Sastra
Jurusan Bahasa Inggris dan Sastra tetap memiliki tempat tersendiri di dunia pendidikan. Namun, sebagian lulusan menilai prospek kerjanya tidak sebesar bidang yang berhubungan langsung dengan teknologi atau industri profesional lainnya.
Dalam survei ZipRecruiter, sekitar 52 persen lulusan English Language and Literature mengaku menyesali pilihan jurusannya. Keterbatasan lapangan pekerjaan yang sesuai serta tingkat pendapatan yang dinilai kurang memuaskan menjadi faktor yang paling sering disebut.
Meski demikian, lulusan jurusan ini tetap memiliki peluang berkarier sebagai penerjemah, editor, pengajar, penulis konten, hingga profesional di bidang komunikasi.
4. Filsafat
Filsafat dikenal sebagai jurusan yang mampu membentuk pola pikir kritis, logis, dan analitis. Kemampuan tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan dalam berbagai profesi modern.
Namun, banyak calon mahasiswa menganggap jurusan ini tidak memiliki jalur karier yang spesifik setelah lulus. Karena tidak terikat dengan profesi tertentu, lulusan filsafat sering kali harus mengembangkan keterampilan tambahan agar lebih mudah memasuki dunia kerja.
Akibatnya, sebagian calon mahasiswa lebih memilih jurusan yang dianggap menawarkan prospek pekerjaan yang lebih pasti.
5. Ilmu Komunikasi
Ilmu Komunikasi menjadi salah satu jurusan yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tingginya jumlah lulusan membuat persaingan kerja di sektor media, public relations, periklanan, dan pemasaran semakin ketat.
Data survei ZipRecruiter menunjukkan sekitar 64 persen lulusan komunikasi mengaku akan memilih jurusan lain jika memiliki kesempatan untuk mengulang masa kuliah. Persaingan yang tinggi dan gaji awal yang relatif standar menjadi alasan utama munculnya penyesalan tersebut.
Meski begitu, perkembangan industri digital juga membuka banyak peluang baru bagi lulusan komunikasi, terutama di bidang content creator, social media specialist, digital strategist, hingga brand communication.
Jurusan Bukan Satu-satunya Penentu Kesuksesan
Meski beberapa jurusan dinilai memiliki tantangan lebih besar dalam hal peluang kerja dan tingkat pendapatan, hal itu tidak berarti lulusannya tidak bisa sukses.
Kesuksesan karier saat ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi, pengalaman kerja, sertifikasi profesional, penguasaan teknologi, serta jaringan yang dimiliki seseorang. Banyak lulusan dari jurusan non-teknis yang tetap mampu meraih karier cemerlang karena berhasil mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar jurusan yang sedang tren. Menyesuaikan pilihan dengan minat, bakat, dan prospek kerja yang realistis akan menjadi langkah yang lebih bijak untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.(Rhz2797)
