Notification

×

Iklan

Iklan

Banyak yang Salah Paham! Ini Alasan Kuning Telur Omega 3 Bisa Lebih Oranye dari Telur Biasa

Juni 07, 2026 Last Updated 2026-06-07T04:12:15Z

Saat membeli telur di pasar atau supermarket, sebagian konsumen mungkin pernah memperhatikan bahwa warna kuning telur tidak selalu sama. Ada yang berwarna kuning cerah, sementara ada pula yang tampak lebih pekat hingga cenderung oranye, terutama pada telur yang dipasarkan sebagai telur omega 3.


Perbedaan warna ini kerap memunculkan berbagai anggapan di masyarakat. Sebagian orang mengira telur dengan kuning yang lebih oranye berasal dari jenis ayam yang berbeda, sementara yang lain menganggap warna tersebut menandakan kualitas yang lebih baik. Bahkan, tidak sedikit pula yang pernah mengaitkannya dengan isu telur palsu yang sempat ramai beredar di media sosial.


Padahal, perbedaan warna kuning telur umumnya tidak disebabkan oleh jenis ayam, melainkan oleh pakan yang dikonsumsi selama masa pemeliharaan.


Pakan Ayam Berpengaruh pada Warna Kuning Telur


Para ahli menjelaskan bahwa warna kuning telur sangat dipengaruhi oleh kandungan pigmen alami dalam pakan ayam. Semakin banyak pigmen tertentu yang dikonsumsi, semakin pekat pula warna kuning telur yang dihasilkan.


Salah satu senyawa yang berperan penting dalam proses ini adalah astaxanthin, yaitu pigmen alami dari kelompok karotenoid yang memiliki warna merah-oranye khas.


Astaxanthin banyak ditemukan pada organisme laut seperti mikroalga, udang, krill, lobster, dan salmon. Karena sifat pewarna alaminya, senyawa ini juga kerap dimanfaatkan dalam industri pakan ternak.


Mengapa Telur Bisa Berwarna Lebih Oranye?


Ketika astaxanthin ditambahkan ke dalam pakan ayam petelur, sebagian pigmen tersebut akan diserap oleh tubuh ayam dan tersimpan pada kuning telur. Proses alami inilah yang membuat warna kuning telur berubah menjadi lebih pekat dibandingkan telur yang berasal dari ayam dengan pakan biasa.


Akibatnya, warna kuning telur dapat bervariasi mulai dari kuning muda, kuning cerah, hingga oranye pekat. Variasi warna tersebut merupakan hal yang normal dan tidak menunjukkan adanya rekayasa atau bahan sintetis pada telur.


Fakta ini juga membantah anggapan bahwa kuning telur yang sangat oranye merupakan tanda telur palsu. Dalam banyak kasus, warna tersebut hanya mencerminkan jenis pakan yang diberikan kepada ayam.


Apakah Kuning Telur Oranye Lebih Bergizi?


Banyak konsumen menganggap warna kuning telur yang lebih pekat identik dengan kualitas gizi yang lebih tinggi. Namun para ahli menegaskan bahwa warna bukanlah indikator utama kandungan nutrisi telur.


Memang, pemberian astaxanthin dapat meningkatkan kadar senyawa tersebut dalam kuning telur. Namun perubahan warna tidak serta-merta membuat seluruh kandungan gizi telur menjadi lebih baik dibanding telur lainnya.


Nilai gizi telur dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik ayam, usia ternak, kondisi pemeliharaan, hingga komposisi pakan secara keseluruhan.


Dengan kata lain, telur yang memiliki kuning lebih pucat belum tentu lebih rendah kualitasnya, begitu pula telur dengan warna oranye belum tentu jauh lebih unggul dari segi nutrisi.


Mengenal Telur Omega 3


Telur omega 3 merupakan telur yang dihasilkan oleh ayam yang mendapat pakan khusus mengandung sumber asam lemak omega 3, seperti biji rami (flaxseed), minyak ikan, atau bahan pakan tertentu lainnya.


Tujuan pemberian pakan tersebut adalah meningkatkan kandungan omega 3 pada telur yang dihasilkan. Karena formula pakan yang digunakan sering kali berbeda dari ayam petelur biasa, warna kuning telur omega 3 juga dapat terlihat lebih pekat.


Namun sekali lagi, warna bukanlah satu-satunya penentu kandungan omega 3 dalam telur tersebut.


Jangan Menilai Telur Hanya dari Warnanya


Perbedaan warna kuning telur sebenarnya lebih banyak menggambarkan jenis pakan yang dikonsumsi ayam daripada kualitas telur secara keseluruhan. Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir jika menemukan warna kuning telur yang berbeda-beda.


Baik kuning telur yang berwarna cerah maupun yang cenderung oranye tetap dapat menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh selama berasal dari produk yang aman dan memenuhi standar konsumsi.


Memahami fakta ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos atau informasi keliru yang mengaitkan warna kuning telur dengan kualitas maupun keaslian produk. Pada akhirnya, kualitas telur tidak bisa dinilai hanya dari warna kuningnya saja.(Rhz2797)