Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Bangga! Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Curi Perhatian di Festival Reog Nasional 2026

Juni 14, 2026 Last Updated 2026-06-14T04:26:58Z

Semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya Indonesia kembali terlihat di ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, Jawa Timur, yang sukses memukau ribuan penonton melalui pertunjukan reog kolosal di Alun-Alun Ponorogo.


Festival yang berlangsung pada 11 hingga 14 Juni 2026 tersebut diikuti lebih dari 60 kelompok seni dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para siswa SRT 5 Ponorogo menjadi bukti bahwa pelestarian budaya daerah dapat berjalan seiring dengan pendidikan karakter bagi generasi muda.


Kepala SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengatakan keikutsertaan siswa dalam festival ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kesenian Reog Ponorogo.


Tampilkan Kisah Legendaris Prabu Klono Sewandono


Dalam penampilannya, kelompok Reyog Garudo Djoyo Manggolo SRT 5 Ponorogo membawakan cerita perjalanan Prabu Klono Sewandono yang hendak melamar putri Kerajaan Daha. Kisah tersebut dikemas dalam gerakan tari yang atraktif dan penuh energi, menggambarkan keberanian sang raja saat menghadapi Raja Singa Barong di tengah perjalanan.


Pertunjukan semakin memikat dengan hadirnya berbagai tokoh ikonik dalam kesenian reog, seperti Jathil, Warok, Bujang Ganong, Prabu Klono Sewandono, hingga Barongan atau Dadak Merak yang menjadi simbol utama Reog Ponorogo.


Alunan gamelan tradisional yang terdiri dari kendang, gong, kenong, kethuk, dan slompret turut memperkuat suasana pertunjukan. Kombinasi gerak tari dan musik tradisional berhasil mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton yang memadati arena festival.


Latihan Dua Bulan Demi Penampilan Terbaik


Kesuksesan penampilan para siswa tidak diraih secara instan. Mereka menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua bulan untuk mempersiapkan koreografi, kekompakan tim, ekspresi, hingga ketahanan fisik saat tampil di atas panggung.


Salah satu peserta, Virda Amalia, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari festival budaya berskala nasional tersebut. Siswi kelas 1 SRT 5 Ponorogo itu mengungkapkan bahwa latihan yang dijalani cukup menguras tenaga, namun memberikan pengalaman yang sangat berharga.


Menurut Virda, latihan dilakukan hampir setiap hari dengan fokus pada hafalan gerakan, sinkronisasi antarpenari, serta pembentukan mental agar siap tampil di hadapan ribuan penonton.


Sekolah Rakyat Jadi Jalan Meraih Mimpi


Virda yang berasal dari keluarga petani mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sekolah Rakyat. Seluruh kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi tanpa biaya sehingga meringankan beban ekonomi keluarganya.


Remaja yang bercita-cita menjadi anggota polisi wanita tersebut juga memiliki mimpi besar untuk memperkenalkan Reog Ponorogo ke tingkat internasional. Ia berharap kesenian khas daerahnya dapat dikenal lebih luas hingga ke berbagai negara di dunia.


Baginya, melestarikan budaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan identitas bangsa Indonesia kepada masyarakat global.


Reog Ponorogo, Warisan Budaya Sarat Makna


Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang mendalam. Salah satu kisah yang populer menyebut kesenian ini lahir sebagai bentuk kritik sosial Ki Ageng Kutu terhadap pemerintahan Majapahit pada abad ke-15.


Dalam simbolisme Reog, kepala harimau pada Barongan melambangkan kekuasaan, sementara bulu merak yang berada di atasnya menggambarkan pengaruh besar yang mengendalikan kekuasaan tersebut. Seiring waktu, reog berkembang menjadi identitas budaya masyarakat Ponorogo dan menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat maupun perayaan daerah.


Melalui Festival Nasional Reog Ponorogo dan Festival Reog Remaja yang rutin digelar setiap tahun, kesenian ini terus mendapatkan ruang untuk berkembang dan dikenal oleh generasi muda.


Festival Reog Ponorogo Semakin Mendunia


Festival Nasional Reog Ponorogo kini menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia. Sejak 2021, festival ini secara konsisten masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Tak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, festival ini juga mendapat dukungan dari komunitas warga Ponorogo di luar negeri, termasuk di Korea Selatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Reog Ponorogo semakin dikenal dan memiliki daya tarik di tingkat internasional.


Keikutsertaan siswa Sekolah Rakyat dalam ajang ini menjadi bukti bahwa regenerasi pelestari budaya terus berjalan. Dengan semangat dan dedikasi generasi muda, Reog Ponorogo diharapkan tetap hidup, berkembang, dan dikenal dunia sepanjang masa.(Rhz2797)