Sebuah pertunjukan seni tradisional sisingaan di Kabupaten Bekasi berakhir tragis setelah lima anggota rombongan tersengat aliran listrik saat mengoperasikan sound system. Insiden yang terjadi di tengah acara tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar hingga harus menjalani perawatan medis.
Peristiwa nahas itu terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 2 Juni 2026. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menggemparkan warga tersebut.
Pertunjukan Berubah Jadi Kepanikan
Menurut informasi yang dihimpun, rombongan sisingaan saat itu sedang melanjutkan perjalanan setelah sempat beristirahat. Sebuah gerobak yang membawa perangkat sound system berukuran besar didorong oleh sejumlah anggota kelompok seni tersebut.
Awalnya acara berlangsung normal dan disaksikan banyak warga yang memadati sisi jalan. Namun suasana mendadak berubah ketika beberapa anggota rombongan tersengat listrik secara bersamaan.
Korban langsung terjatuh di lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut panik dan berteriak meminta pertolongan. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga saat sejumlah korban tergeletak di jalan.
Diduga Berawal dari Kontak dengan Kabel Listrik
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden diduga bermula ketika salah satu anggota rombongan yang berada di atas perangkat sound system berupaya mengangkat kabel listrik yang melintang di jalur perjalanan.
Karena gerobak sound system menggunakan material berbahan logam, arus listrik diduga dengan cepat merambat ke bagian lain dan mengenai sejumlah orang yang sedang memegang atau berada di sekitar peralatan tersebut.
Dugaan sementara tersebut masih terus didalami oleh penyidik guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu kejadian.
Tiga Korban Meninggal Dunia
Akibat insiden tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiga korban masing-masing berinisial G (18), J (20), dan R (29).
Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka bakar akibat sengatan listrik. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Petugas medis hingga kini terus memantau kondisi kedua korban yang selamat agar dapat pulih dari luka yang diderita.
Polisi Lakukan Olah TKP
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Garis polisi dipasang di area insiden guna memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain memeriksa lokasi, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian saat peristiwa berlangsung. Tim identifikasi forensik turut diterjunkan untuk mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan dalam penyelidikan.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani korban untuk memperoleh informasi tambahan terkait kondisi para korban dan kronologi kejadian.
Pengingat Penting soal Keselamatan Acara di Ruang Terbuka
Tragedi ini menjadi pengingat penting mengenai aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat yang melibatkan perangkat listrik berukuran besar di ruang terbuka.
Pemeriksaan jalur kabel listrik, kondisi peralatan, hingga prosedur keamanan saat membawa sound system perlu menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar masih berduka atas peristiwa yang merenggut nyawa tiga anggota rombongan seni tradisional tersebut.(Rhz2797)
