Notification

×

Iklan

Iklan

Gaji Cuma Rp150 Ribu Sebulan, Kisah Guru PAUD yang Tetap Bertahan Mengajar Bikin Haru

Juni 07, 2026 Last Updated 2026-06-07T03:47:22Z


Di balik pentingnya pendidikan anak usia dini, masih banyak guru PAUD di Indonesia yang menghadapi persoalan kesejahteraan. Sejumlah kisah yang muncul dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tidak sedikit tenaga pendidik yang mengabdi selama bertahun-tahun dengan honor yang jauh di bawah standar kebutuhan hidup.


Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah berbagai cerita perjuangan guru PAUD beredar di media sosial dan mendapat perhatian publik. Banyak pihak menilai kondisi tersebut mencerminkan masih adanya tantangan besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di tingkat akar rumput.


Mengabdi Puluhan Tahun dengan Honor Minim


Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Seorang guru PAUD bernama Siti Rodiah mengaku telah mengajar selama 15 tahun di salah satu kelompok bermain di daerahnya. Namun selama bertahun-tahun mengabdi, honor yang diterimanya hanya sekitar Rp150 ribu per bulan.


Bahkan, pada masa-masa tertentu, ia mengaku pernah menerima honor yang nilainya lebih rendah, yakni sekitar Rp50 ribu per bulan. Meski demikian, ia tetap memilih bertahan karena memiliki komitmen untuk mendidik anak-anak usia dini.


Cerita serupa juga pernah datang dari Bondowoso, Jawa Timur. Seorang guru PAUD bernama Sugianti menjadi perhatian nasional setelah mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajar selama hampir dua dekade dengan penghasilan yang tidak jauh berbeda.


Viral di Media Sosial


Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesejahteraan guru PAUD semakin sering dibicarakan publik. Berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan slip honor guru PAUD dengan nominal berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.


Meski menerima pendapatan yang sangat terbatas, banyak guru tetap menunjukkan semangat mengajar yang tinggi. Sebagian bahkan terus meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak.


Unggahan-unggahan tersebut memicu empati masyarakat dan kembali membuka diskusi mengenai pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik usia dini.


Penyebab Honor Guru PAUD Masih Rendah


Rendahnya honor guru PAUD umumnya berkaitan dengan kondisi lembaga pendidikan tempat mereka mengajar. Banyak PAUD di daerah beroperasi secara mandiri melalui yayasan swasta atau kelompok masyarakat dengan sumber pendanaan yang terbatas.


Biaya operasional sekolah sering kali hanya berasal dari iuran orang tua murid, bantuan masyarakat sekitar, serta dukungan pemerintah yang jumlahnya belum selalu mencukupi kebutuhan lembaga.


Akibat keterbatasan anggaran tersebut, pengelola PAUD kerap kesulitan memberikan honor yang layak kepada tenaga pendidik, meskipun peran mereka sangat penting dalam proses pembelajaran anak usia dini.


Peran Strategis Guru PAUD


Guru PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, kreativitas, serta keterampilan dasar anak sebelum memasuki pendidikan formal. Masa usia dini dikenal sebagai periode penting dalam perkembangan anak yang akan memengaruhi proses belajar di masa depan.


Karena itu, banyak kalangan menilai peningkatan kesejahteraan guru PAUD perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan yang lebih baik terhadap tenaga pendidik di sektor ini diyakini akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.


Harapan Akan Penghargaan yang Lebih Layak


Dedikasi para guru PAUD yang tetap mengajar meski menerima honor minim menjadi gambaran nyata tentang pengabdian di dunia pendidikan. Namun, pengabdian tersebut juga memunculkan harapan agar kesejahteraan mereka dapat terus ditingkatkan.


Banyak pihak berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat dukungan terhadap lembaga PAUD dan para tenaga pendidiknya. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan apresiasi secara moral, tetapi juga penghargaan yang layak sesuai peran pentingnya dalam mencetak generasi masa depan bangsa.(Rhz2797)