Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Sampai Tertipu! Ini Cara Mudah Membedakan Jamu Asli dan Jamu Oplosan

Juni 18, 2026 Last Updated 2026-06-18T04:45:44Z


Jamu dan produk herbal masih menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia untuk membantu menjaga kesehatan. Namun, meningkatnya penjualan melalui media sosial dan berbagai platform belanja online juga membuka peluang beredarnya produk ilegal maupun jamu oplosan yang berpotensi membahayakan kesehatan.


Karena itu, masyarakat diimbau lebih teliti sebelum membeli atau mengonsumsi produk herbal. Jangan mudah tergiur oleh promosi yang menjanjikan hasil instan atau testimoni yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.


Jangan Percaya Testimoni Semata


Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, mengingatkan bahwa testimoni di media sosial tidak dapat dijadikan patokan utama dalam menentukan keamanan maupun efektivitas suatu produk herbal.


Menurutnya, banyak klaim yang beredar di internet tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih kritis sebelum memutuskan membeli produk yang sedang viral.


Cara Mudah Memastikan Jamu Aman Dikonsumsi


Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memastikan produk telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Namun, dr. Inggrid menegaskan bahwa konsumen tidak cukup hanya melihat nomor registrasi yang tercetak pada kemasan. Nomor tersebut tetap perlu diverifikasi melalui situs resmi BPOM untuk memastikan benar-benar terdaftar dan sesuai dengan nama produk yang dijual.


Pengecekan ini penting guna menghindari produk palsu, ilegal, atau menggunakan nomor registrasi yang tidak sesuai.


Waspadai Klaim yang Terlalu Berlebihan


Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap produk herbal yang mengklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus atau memberikan hasil dalam waktu sangat singkat.


Klaim semacam itu patut dicurigai karena belum tentu memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pada dasarnya, jamu dan obat tradisional berfungsi sebagai pendukung dalam menjaga kesehatan, sehingga penggunaannya harus tetap rasional dan sesuai kebutuhan.


Pilih Penjual yang Jelas dan Terpercaya


Selain memastikan legalitas produk, konsumen juga disarankan membeli jamu hanya dari penjual atau toko yang memiliki identitas jelas.


Hindari produk yang tidak mencantumkan informasi lengkap, seperti komposisi, produsen, tanggal kedaluwarsa, maupun nomor izin edar. Produk dengan kemasan yang tidak jelas atau menawarkan manfaat secara berlebihan juga sebaiknya tidak dibeli.


Jangan Asal Ikut Tren di Media Sosial


Dr. Inggrid menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi jamu atau produk herbal selama produk tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan digunakan sesuai aturan.


Ia juga mengingatkan agar konsumen tidak terburu-buru membeli produk hanya karena sedang viral atau ramai direkomendasikan oleh influencer maupun pengguna media sosial.


Memastikan legalitas produk, memeriksa izin BPOM, serta memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang kredibel merupakan langkah penting untuk menghindari risiko mengonsumsi jamu oplosan atau produk herbal ilegal. Dengan menjadi konsumen yang lebih cermat, manfaat jamu bagi kesehatan dapat diperoleh secara aman dan optimal.(Rhz2797)