Notification

×

Iklan

Iklan

Niat Angkat Filler Bokong Berujung Maut, Perawat Asal AS Meninggal Saat Operasi di Klinik Kolombia

Juni 27, 2026 Last Updated 2026-06-27T01:00:14Z


Sebuah prosedur operasi pengangkatan filler bokong di Kolombia berakhir tragis. Seorang wanita bernama Paula Andrea Beltran Sandoval (41), yang berprofesi sebagai perawat di New York, Amerika Serikat, meninggal dunia saat menjalani tindakan medis di sebuah klinik yang berada di dalam Mal El Tesoro, Medellin.


Paula diketahui sengaja pulang ke negara asalnya pada 15 Juni 2026 untuk menjalani operasi setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan filler bokong yang pernah disuntikkan beberapa tahun sebelumnya. Ia berharap prosedur tersebut dapat mengatasi komplikasi yang mulai mengganggu kesehatannya.


Laporan menyebutkan Paula mengeluarkan biaya sekitar 38 juta peso Kolombia, atau setara kurang lebih Rp150 juta, untuk menjalani operasi yang dilaksanakan pada 18 Juni 2026.


Kondisi Memburuk di Tengah Operasi


Menurut informasi awal, proses operasi sempat berlangsung sesuai rencana. Sebagian bahan sintetis atau biopolimer yang berada di tubuh korban berhasil diangkat oleh tim medis.


Namun, sekitar satu jam setelah tindakan dimulai, kondisi Paula tiba-tiba memburuk. Ia mengalami henti jantung dan henti napas saat masih berada di ruang operasi.


Tim medis segera melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru (CPR) serta pemberian sengatan listrik berkali-kali selama lebih dari 40 menit. Meski telah dilakukan tindakan intensif, nyawa Paula akhirnya tidak dapat diselamatkan.


Penyebab Kematian Masih Diselidiki


Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Paula tidak memiliki riwayat penyakit serius yang diketahui dapat meningkatkan risiko operasi. Tim forensik memang menemukan luka pada bagian dada, namun cedera tersebut diduga muncul akibat proses resusitasi yang dilakukan untuk menyelamatkan korban, bukan sebagai penyebab kematian.


Hingga kini, otoritas Kolombia masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti meninggalnya Paula. Selain itu, aparat juga akan memeriksa legalitas operasional klinik beserta kompetensi tenaga medis yang menangani prosedur tersebut.


Kasus Kedua dalam Beberapa Bulan


Kematian Paula menambah daftar kasus fatal yang berkaitan dengan prosedur kecantikan di Kota Medellin. Sebelumnya, pada Februari 2026, seorang wanita berusia 30 tahun juga dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani tindakan estetika di kawasan El Poblado.


Rentetan kejadian tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap standar keselamatan prosedur bedah kosmetik serta pentingnya pengawasan terhadap fasilitas layanan kecantikan.


Mengenal Bahaya Biopolimer


Biopolimer merupakan bahan sintetis yang pernah banyak digunakan untuk memperbesar atau membentuk bagian tubuh seperti bokong. Namun, dalam beberapa tahun terakhir penggunaannya telah dilarang di Kolombia karena dinilai memiliki risiko kesehatan yang tinggi.


Bahan tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari peradangan kronis, infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga perpindahan zat ke organ tubuh lain. Pada kondisi tertentu, komplikasi akibat biopolimer bahkan dapat berkembang menjadi sepsis, yaitu infeksi berat yang berpotensi mengancam jiwa.


Kasus yang menimpa Paula Andrea Beltran Sandoval menjadi pengingat bahwa setiap prosedur bedah kosmetik tetap memiliki risiko medis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memastikan tindakan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki izin resmi serta ditangani oleh tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman.(Rhz2797)