Notification

×

Iklan

Iklan

Piala Dunia 2026 Tak Seramai Prediksi, Hotel dan Maskapai Mulai Pangkas Harga Demi Cari Penonton

Juni 13, 2026 Last Updated 2026-06-13T04:14:57Z

Harapan besar industri pariwisata terhadap gelaran Piala Dunia 2026 tampaknya belum sepenuhnya terwujud. Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu justru belum mampu menghadirkan lonjakan wisatawan seperti yang diperkirakan sebelumnya.


Selama beberapa tahun terakhir, pelaku industri perjalanan dan perhotelan meyakini bahwa Piala Dunia akan menjadi momentum emas untuk meningkatkan pendapatan. Namun hingga pertengahan turnamen, jumlah wisatawan internasional yang datang ke Amerika Serikat masih berada di bawah ekspektasi.


Kondisi tersebut membuat sejumlah hotel di kota-kota tuan rumah terpaksa menyesuaikan strategi bisnis mereka. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memangkas tarif kamar untuk menarik lebih banyak tamu di tengah permintaan yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.


Tak hanya sektor perhotelan, industri penerbangan juga merasakan dampaknya. Tingginya harga tiket pesawat serta mahalnya tiket pertandingan disebut menjadi faktor yang menghambat minat banyak penggemar sepak bola untuk datang langsung ke lokasi pertandingan.


Sejumlah pengamat industri menilai antusiasme publik terhadap Piala Dunia kali ini tidak sebesar edisi-edisi sebelumnya. Selain faktor biaya yang tinggi, proses pengurusan visa, jarak antarkota yang cukup jauh, serta penyelenggaraan di tiga negara berbeda dinilai membuat perjalanan menjadi lebih rumit bagi sebagian wisatawan.


Di sisi lain, pasar wisatawan domestik Amerika Serikat belum mampu menutupi kekurangan jumlah pengunjung dari luar negeri. Meski sepak bola terus berkembang di Negeri Paman Sam, popularitasnya masih berada di bawah olahraga seperti American football, basket, dan baseball.


CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, mengakui bahwa realisasi bisnis selama Piala Dunia jauh dari perkiraan awal. Menurutnya, hasil yang diperoleh industri perhotelan hingga saat ini cukup mengecewakan dibandingkan proyeksi yang sebelumnya dibuat.


Asosiasi hotel tersebut bahkan memangkas estimasi pendapatan terkait Piala Dunia hingga sekitar 60 persen. Nilai pendapatan yang sebelumnya diharapkan sangat besar kini diperkirakan hanya mencapai sekitar US$60 juta.


Pemesanan Penerbangan dari Eropa Menurun


Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan adanya penurunan pemesanan tiket dari Eropa menuju sejumlah kota tuan rumah selama periode Juni hingga Juli. Rata-rata penurunan mencapai hampir 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Penurunan paling signifikan terjadi pada rute menuju New York, kota yang menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli mendatang. Pemesanan penerbangan dari Eropa ke New York tercatat turun lebih dari 15 persen.


Padahal sebelumnya FIFA memperkirakan sekitar 1,2 juta pengunjung akan datang ke New York selama turnamen berlangsung. Namun proyeksi terbaru dari pelaku industri perhotelan menunjukkan angka yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 500 ribu pengunjung.


Meski begitu, tanda-tanda perbaikan mulai terlihat. Beberapa hotel melaporkan adanya peningkatan pemesanan dari wisatawan asal Inggris dan Norwegia dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memberi harapan bahwa minat penonton masih bisa meningkat menjelang babak-babak penentuan.


Hotel Berharap Lonjakan Menjelang Fase Gugur


Pelaku industri perhotelan kini menggantungkan harapan pada pemesanan menit-menit terakhir, terutama setelah fase grup berakhir dan pertandingan memasuki babak gugur yang biasanya lebih menarik perhatian publik.


Namun hingga kini, data dari perusahaan analitik CoStar menunjukkan tingkat pemesanan hotel di kota-kota penyelenggara hanya naik sekitar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut masih jauh dari ekspektasi yang sempat dibangun sebelum turnamen dimulai.


Untuk menarik tamu, sejumlah hotel mulai menawarkan diskon besar. Beberapa properti premium di New York bahkan memangkas tarif kamar hingga setengah dari harga yang dipasarkan beberapa bulan lalu.


Meski situasi saat ini belum sesuai harapan, jaringan hotel besar masih optimistis permintaan akan meningkat pada fase akhir kompetisi. Mereka menilai banyak penggemar masih menunggu kepastian tim yang lolos ke babak berikutnya sebelum memutuskan melakukan perjalanan.


Dengan masih tersisanya sejumlah pertandingan penting, industri pariwisata berharap Piala Dunia 2026 tetap mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, meskipun awal turnamen berlangsung lebih sepi dibandingkan prediksi sebelumnya.(Rhz2797)