Notification

×

Iklan

Iklan

Program MBG di DIY Tersendat, Puluhan Dapur Mendadak Tutup karena Dana Belum Cair

Juni 11, 2026 Last Updated 2026-06-11T10:34:22Z


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menghadapi hambatan serius. Sebanyak 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dilaporkan menghentikan operasional sementara sejak awal Juni 2026 akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah pusat serta sejumlah kendala administratif.


Penghentian layanan tersebut menjadi perhatian karena program MBG merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.


Sekretaris Daerah DIY yang juga menjabat sebagai Ketua Percepatan MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa keputusan penghentian sementara diambil setelah dilakukan evaluasi bersama tim satuan tugas. Hasil rapat menunjukkan puluhan dapur belum dapat melanjutkan operasional karena berbagai hambatan yang belum terselesaikan.


Menurut Made, dari total 97 SPPG yang berhenti beroperasi, sebanyak 42 dapur mengalami kendala utama berupa belum masuknya dana operasional dari pemerintah pusat ke rekening virtual account masing-masing pengelola. Sementara 55 dapur lainnya menghadapi persoalan administrasi dan persyaratan teknis yang belum terpenuhi.


Kondisi tersebut membuat sejumlah dapur terpaksa menghentikan distribusi makanan bergizi hingga proses pencairan anggaran dan penyelesaian administrasi selesai dilakukan.


Sleman Jadi Wilayah dengan Penutupan Dapur Terbanyak


Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah DIY, Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan jumlah SPPG yang tutup sementara paling banyak, mencapai 36 titik layanan. Di posisi berikutnya terdapat Kabupaten Gunungkidul dengan 22 dapur yang menghentikan operasional.


Masalah keterlambatan pencairan dana virtual account paling banyak ditemukan di Gunungkidul dengan 22 SPPG terdampak. Selain itu, Kabupaten Bantul tercatat memiliki 10 dapur yang mengalami persoalan serupa, sementara beberapa titik di Sleman juga masih menunggu pencairan anggaran.


Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa jumlah SPPG yang tutup hanya sebagian kecil dari total fasilitas MBG yang telah dibangun di DIY. Saat ini, jumlah SPPG di wilayah tersebut diperkirakan mencapai antara 380 hingga hampir 400 unit.


Jawa Tengah Lebih Dulu Alami Penutupan Massal


Masalah yang menimpa program MBG ternyata tidak hanya terjadi di DIY. Sebelumnya, sebanyak 386 SPPG di Jawa Tengah juga menghentikan layanan sejak 25 Mei 2026.


Berbeda dengan DIY yang terkendala pencairan anggaran, penghentian operasional di Jawa Tengah dipicu oleh persoalan lingkungan. Ratusan dapur tersebut dinilai belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.


Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengungkapkan bahwa data penutupan diperoleh dari Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh dapur yang dihentikan sementara memiliki permasalahan serupa terkait kelayakan sistem pengolahan limbah.


Evaluasi Program MBG Jadi Sorotan


Terhentinya operasional ratusan dapur MBG di sejumlah daerah memunculkan perhatian terhadap kesiapan infrastruktur dan tata kelola program secara nasional. Selain persoalan pencairan dana, aspek administrasi, standar lingkungan, hingga kesiapan fasilitas pendukung menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan layanan.


Pemerintah daerah berharap berbagai kendala tersebut dapat segera diselesaikan agar layanan Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal dan manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat sesuai target yang telah ditetapkan.(Rhz2797)