Notification

×

Iklan

Iklan

Tangis Nadia Pecah di Menit Terakhir OSN, Mimpi Berbulan-Bulan Kandas Karena Listrik Padam

Juni 12, 2026 Last Updated 2026-06-12T03:00:25Z


Mimpi besar seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi harus terhenti secara mendadak akibat gangguan teknis yang terjadi di luar kendalinya. Nadia, siswi kelas 5 SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, gagal menyelesaikan Olimpiade Sains Nasional (OSN) setelah listrik di sekolahnya padam saat ujian masih berlangsung.


Peristiwa yang terjadi pada Senin (8/6/2026) itu menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kesedihan Nadia beredar luas di media sosial. Tangisan bocah tersebut menyentuh banyak orang karena perjuangan panjang yang telah ia lakukan selama berbulan-bulan seolah terhenti hanya dalam hitungan menit.


Menurut pengawas OSN di SDN Gandasoli, pelaksanaan ujian berjalan lancar sejak sesi pertama. Tidak ada kendala berarti hingga memasuki sesi terakhir yang berlangsung pada siang hari. Namun situasi berubah ketika gangguan listrik tiba-tiba terjadi menjelang berakhirnya waktu ujian.


Saat itu, peserta sempat mengalami gangguan pada perangkat yang digunakan untuk mengerjakan soal secara daring. Beberapa komputer dan laptop mengalami kendala koneksi sebelum akhirnya aliran listrik benar-benar padam. Kondisi tersebut membuat seluruh aktivitas ujian terhenti.


Pihak sekolah berupaya menenangkan para peserta dan berharap listrik segera kembali menyala. Guru dan pengawas memilih menunggu sambil mencari informasi terkait penyebab pemadaman. Namun hingga berjam-jam kemudian, listrik belum juga pulih sehingga kegiatan ujian tidak dapat dilanjutkan.


Kondisi itu menjadi pukulan berat bagi Nadia. Pasalnya, ia telah mempersiapkan diri secara intensif selama sekitar enam bulan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. Berbagai waktu dan tenaga dicurahkan demi memperdalam materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menjadi bidang lombanya.


Menjelang terjadinya pemadaman, Nadia sebenarnya sudah berhasil menjawab sebagian besar soal yang diberikan. Namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ujian ketika sistem tidak lagi dapat digunakan akibat gangguan listrik.


Bagi Nadia, OSN bukan sekadar kompetisi akademik biasa. Ajang tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk meraih prestasi dan mendekatkan dirinya pada cita-cita menjadi seorang diplomat. Ia juga berharap pencapaian di OSN dapat menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.


Pihak sekolah menyayangkan tidak adanya informasi lebih awal terkait pemadaman listrik yang terjadi. Jika pemberitahuan diberikan sebelumnya, sekolah setidaknya dapat menyiapkan langkah antisipasi seperti sumber daya listrik cadangan agar proses ujian tetap berjalan.


Meski kecewa, Nadia berusaha menerima kenyataan yang terjadi. Namun ia masih berharap adanya kebijakan khusus bagi peserta yang terdampak kendala teknis di luar kemampuan mereka untuk dihindari. Harapan itu muncul karena banyak usaha dan persiapan yang telah dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan ujian.


Kisah Nadia menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur dalam pelaksanaan ujian berbasis digital. Di tengah semakin berkembangnya sistem pendidikan berbasis teknologi, ketersediaan listrik dan jaringan yang stabil menjadi faktor krusial agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.(Rhz2797)