Notification

×

Iklan

Iklan

Terungkap! KPK Tahan ASN BPK dan Pihak Swasta dalam Pengembangan Kasus Suap Muara Enim

Juni 11, 2026 Last Updated 2026-06-11T07:16:38Z

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap yang berkaitan dengan proyek pengadaan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terbaru, lembaga antirasuah itu resmi menahan dua tersangka yang diduga terlibat dalam upaya menutupi temuan audit.


Kedua tersangka yang ditahan pada Kamis (11/6/2026) masing-masing adalah Titin, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Angga yang berasal dari kalangan swasta. Keduanya terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye saat digiring menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta Selatan.


OTT Berkaitan dengan Proyek Pengadaan di Muara Enim


Penahanan tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. KPK menduga terdapat praktik suap yang berkaitan dengan proyek pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.


Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kasus ini berhubungan dengan dugaan pemberian uang untuk memengaruhi hasil pemeriksaan BPK terhadap sejumlah proyek daerah. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengadaan perangkat smart board atau smart TV di lingkungan pemerintah daerah.


Menurut KPK, dugaan suap tersebut dilakukan untuk menghilangkan atau menutupi temuan audit yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dalam pelaksanaan proyek.


Total 11 Orang Diamankan dalam Operasi


Dalam rangkaian OTT yang dilakukan, KPK mengamankan total 11 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang diamankan pada operasi sebelumnya, sementara lima orang lainnya merupakan pihak yang baru diamankan dalam pengembangan kasus.


Lima orang tambahan yang diamankan diketahui berstatus ASN BPK. Namun, hingga kini KPK masih terus mendalami peran masing-masing pihak dan belum mengungkap secara rinci nilai uang yang diduga mengalir dalam praktik suap tersebut.


Penyidik juga masih menelusuri keterkaitan antara para tersangka dengan proses pengadaan proyek di Muara Enim serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.


Empat Tersangka Sebelumnya Sudah Ditahan


Sebelum menetapkan dua tersangka baru, KPK lebih dahulu menahan empat orang yang diduga memiliki peran penting dalam perkara ini. Mereka adalah Edison selaku Bupati Muara Enim nonaktif, Abi Nurwardani yang menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Adi Triyadi yang merupakan kerabat dekat Edison, serta Cory Erin Hardi yang bekerja sebagai marketing pada perusahaan penyedia proyek.


Keempatnya diduga terlibat dalam proses pemberian suap yang berkaitan dengan pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.


KPK Masih Dalami Aliran Dana


Hingga saat ini, KPK belum membeberkan secara detail besaran dana yang diduga diberikan kepada pihak-pihak tertentu dalam kasus tersebut. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap keseluruhan rangkaian perkara.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah pejabat daerah, ASN lembaga pemeriksa negara, serta pihak swasta. KPK menegaskan akan terus mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut dan membuka kemungkinan adanya tersangka baru seiring perkembangan penyidikan.(Rhz2797)