Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Istana Versailles, Prancis. Penandatanganan dokumen tersebut menjadi salah satu momen penting usai rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Momen bersejarah itu turut dibagikan Macron melalui akun resmi media sosial X miliknya. Dalam video yang diunggah, Trump tampak duduk berdampingan dengan Macron saat membubuhkan tanda tangan pada dokumen memorandum. Di belakang keduanya juga terlihat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bersama sejumlah pejabat lainnya.
Trump: Kesepakatan Ini Tidak Mudah Dicapai
Sebelum menandatangani dokumen tersebut, Trump sempat berbincang singkat dengan Macron. Ia mengakui bahwa proses menuju tercapainya kesepakatan damai dengan Iran bukanlah perkara mudah.
"This was not easy," ujar Trump sesaat setelah menyelesaikan penandatanganan memorandum.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dari Macron, Rubio, serta para tamu undangan yang hadir di ruangan. Setelah itu, Trump memperlihatkan dokumen yang telah ditandatangani kepada para hadirin sebagai simbol resminya kesepakatan tersebut.
Macron Sebut Kesepakatan Jadi Langkah Positif bagi Dunia
Dalam unggahan di media sosial, Macron menyebut penandatanganan memorandum damai menjadi tonggak penting bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, kesepakatan tersebut juga membuka peluang bagi kembali normalnya aktivitas pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menjadi salah satu titik paling vital dalam perdagangan energi dunia.
Macron menilai stabilitas di kawasan itu berpotensi membantu memperlancar distribusi energi global dan memberikan dampak positif terhadap harga energi dalam waktu dekat.
Presiden Iran Juga Menandatangani Dokumen
Kesepakatan damai tersebut tidak hanya ditandatangani oleh Presiden Trump. Pada hari yang sama, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menandatangani memorandum serupa sebagai bentuk komitmen kedua negara terhadap proses perdamaian.
Pemerintah Iran menyebut dokumen itu disusun dalam dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Persia (Farisi). Penggunaan dua bahasa tersebut dilakukan atas permintaan Teheran agar isi kesepakatan dapat dipahami secara jelas oleh kedua belah pihak.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan langkah tersebut mencerminkan komitmen terhadap transparansi dalam penyampaian informasi kepada publik.
Momentum Baru Hubungan AS-Iran
Penandatanganan memorandum ini dipandang sebagai perkembangan penting dalam hubungan antara Washington dan Teheran yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik, ekonomi, hingga keamanan kawasan.
Meski memorandum tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya membangun dialog yang lebih konstruktif, implementasi berbagai poin kesepakatan masih akan menjadi perhatian masyarakat internasional. Banyak pihak berharap langkah ini dapat menjadi awal terciptanya stabilitas yang lebih baik di kawasan Timur Tengah sekaligus mendukung kelancaran perdagangan global melalui Selat Hormuz.(Rhz2797)
