Notification

×

Iklan

Iklan

Video Lama Ahmad Yazdi Mendadak Viral, Ternyata Sudah Bongkar Dugaan Korupsi BGN Sejak Setahun Lalu

Juni 06, 2026 Last Updated 2026-06-06T15:27:19Z

Kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) terus menjadi sorotan publik. Di tengah proses hukum yang kini menjerat sejumlah mantan petinggi lembaga tersebut, sebuah video lama yang direkam pada Oktober 2025 kembali ramai diperbincangkan di media sosial.


Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap sejumlah pejabat BGN. Dalam rekaman yang diambil langsung dari lingkungan kantor BGN itu, ia menuding adanya praktik penyalahgunaan wewenang dan meminta beberapa pejabat untuk mengundurkan diri.


Belakangan diketahui, sosok dalam video viral itu adalah Ahmad Yazdi, Ketua Umum Aliansi Pemantau Program BGN. Selain aktif mengawasi pelaksanaan program pemerintah, Yazdi juga dikenal sebagai seorang advokat yang berdomisili di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.


Menariknya, sejumlah nama yang disebut Yazdi dalam video tersebut kini ikut terseret dalam kasus yang sedang diusut aparat penegak hukum. Fakta itu membuat video lama tersebut kembali menjadi perhatian karena dianggap sebagai peringatan dini yang sempat terabaikan.


Awal Mula Kecurigaan Terhadap Program MBG


Dalam keterangannya, Ahmad Yazdi mengungkapkan bahwa kecurigaannya terhadap dugaan praktik korupsi di lingkungan BGN sudah muncul sejak 2025. Salah satu pemicunya adalah kebijakan yang disebutnya sebagai rollback terhadap ribuan titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Menurut Yazdi, sekitar 6.018 titik dapur yang sebelumnya telah masuk tahap persiapan mendadak diturunkan statusnya dan tidak dapat melanjutkan proses dengan alasan kuota telah penuh. Keputusan tersebut memicu banyak keluhan dari para mitra yang merasa dirugikan.


Dari berbagai laporan yang diterimanya, Yazdi mulai mencium adanya dugaan praktik jual beli titik dapur. Ia mengaku mendapat banyak informasi dari para mitra yang mengaku dimintai sejumlah uang agar bisa memperoleh akses atau persetujuan.


Bahkan, menurut pengakuan yang diterimanya saat itu, nilai transaksi untuk satu titik dapur disebut bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan mengapa ia terus menyuarakan persoalan itu ke publik.


Dugaan Modus Jalur Belakang


Yazdi menduga ada penyalahgunaan kewenangan dalam proses verifikasi dan pendaftaran mitra dapur MBG. Ia menilai sistem pendaftaran daring sengaja dibuat tertutup dengan alasan kuota penuh, sementara akses melalui jalur tertentu masih bisa dibuka bagi pihak-pihak yang memiliki kedekatan atau bersedia membayar sejumlah uang.


Kecurigaan itu semakin kuat setelah dirinya menerima berbagai laporan yang menunjukkan adanya perbedaan perlakuan antara mitra yang mengikuti prosedur resmi dengan mereka yang menggunakan jalur tidak resmi.


Ia bahkan mengaku pernah menemukan kasus seorang mitra yang awalnya ditolak karena kuota disebut sudah penuh. Namun beberapa bulan kemudian, mitra tersebut justru berhasil menjalankan operasional dapurnya setelah mengurus melalui jalur lain.


Temuan tersebut menjadi salah satu bukti yang menurut Yazdi memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak transparan dalam proses penentuan titik dapur Program Makan Bergizi Gratis.


Pertemuan dengan Pejabat BGN Jadi Sorotan


Selain mengungkap dugaan praktik jual beli titik dapur, Ahmad Yazdi juga menceritakan pertemuannya dengan salah satu petinggi BGN pada akhir 2025. Pertemuan itu disebut berlangsung ketika dirinya sedang mengadvokasi ratusan mitra yang merasa dirugikan.


Dalam pertemuan tersebut, Yazdi mempertanyakan berbagai kebijakan yang dinilai menutup akses bagi calon mitra resmi. Ia juga menyoroti maraknya isu jual beli titik yang beredar di kalangan pelaku program.


Keterangan yang muncul dari pertemuan itu kini kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah mantan pejabat BGN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.


Kejagung Terus Kembangkan Penyidikan


Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa penyidik terus mendalami kasus yang menyeret sejumlah mantan petinggi BGN. Penetapan tersangka terhadap beberapa pejabat menjadi babak baru dalam pengungkapan dugaan penyimpangan di program yang selama ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.


Ahmad Yazdi mengapresiasi langkah aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut. Ia berharap proses penyidikan tidak berhenti pada para tersangka yang telah diumumkan, tetapi juga mampu mengungkap pihak-pihak lain yang diduga ikut menikmati keuntungan dari praktik yang merugikan negara dan masyarakat.


Kembalinya video lama Ahmad Yazdi ke ruang publik menjadi pengingat bahwa berbagai dugaan penyimpangan di tubuh BGN ternyata telah disuarakan jauh sebelum kasus ini mencuat secara nasional. Kini, publik menunggu sejauh mana proses hukum dapat mengungkap seluruh fakta di balik dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.(Rhz2797)