Kabar penutupan sejumlah gerai IKEA di Amerika Serikat menarik perhatian publik. Namun, langkah tersebut bukan karena perusahaan mengalami kebangkrutan, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk menghadirkan layanan yang lebih efisien, mudah dijangkau, dan sesuai dengan perubahan perilaku konsumen.
IKEA mengonfirmasi akan menutup dua gerai berkonsep Plan and Order Point with Pick-up pada 30 Agustus 2026. Dua lokasi yang terdampak berada di South Charlotte, North Carolina, serta Austin Domain, Texas.
Konsep toko tersebut berbeda dengan gerai IKEA berukuran besar yang selama ini dikenal masyarakat. Lokasi Plan and Order Point with Pick-up lebih difungsikan sebagai pusat konsultasi, pemesanan, serta pengambilan barang yang telah dibeli secara online. Pengunjung tidak dapat langsung membeli furnitur dari stok toko, dan fasilitas seperti showroom maupun restoran khas IKEA juga tidak tersedia.
Meski dua lokasi akan ditutup, IKEA memastikan layanannya di kedua wilayah tetap berjalan. Di North Carolina masih akan tersedia satu gerai IKEA, sementara pelanggan di Austin tetap dapat mengakses tiga lokasi lain, termasuk toko utama di Round Rock, gerai format kecil di San Marcos, serta layanan di South Austin.
Pihak IKEA menjelaskan bahwa evaluasi terhadap jaringan toko merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan di Amerika Serikat. Fokus perusahaan kini tidak hanya pada toko fisik berukuran besar, tetapi juga memperkuat layanan digital, pengiriman ke rumah, dan sistem pengambilan barang yang lebih praktis.
Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan berbagai cara agar pelanggan lebih mudah mengakses produk IKEA, termasuk meningkatkan pengalaman belanja secara daring serta memperluas layanan logistik.
Format Plan and Order Point with Pick-up pertama kali diperkenalkan pada awal 2023. Hingga kini, IKEA masih mengoperasikan sekitar 32 lokasi serupa yang tersebar di 14 negara bagian Amerika Serikat. Bahkan pada Juni 2026, perusahaan baru saja membuka lokasi baru di Pleasanton, California.
Penutupan dua gerai tersebut juga melanjutkan rangkaian penyesuaian jaringan toko IKEA sepanjang 2026. Sebelumnya, perusahaan menutup toko besar di Memphis, Tennessee, serta menutup lokasi Plan and Order Point with Pick-up di Southlake, Texas. Di Tiongkok, IKEA juga menutup tujuh toko sebagai bagian dari restrukturisasi operasional.
Meski melakukan efisiensi di sejumlah lokasi, IKEA menegaskan komitmennya untuk terus berekspansi di pasar Amerika Serikat. Perusahaan masih menjalankan investasi senilai lebih dari USD 2,2 miliar yang diumumkan sejak 2023. Dana tersebut digunakan untuk membuka toko dengan format baru, memperkuat jaringan distribusi, meningkatkan layanan e-commerce, serta memodernisasi infrastruktur logistik.
Dari sisi kinerja keuangan, IKEA mencatat pendapatan sepanjang 2025 turun sekitar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga mengalami penurunan 1,1 persen. Perusahaan menyebut kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan penurunan harga produk yang diterapkan sejak 2024 guna menjaga daya beli konsumen.
Di sisi lain, minat pelanggan terhadap produk IKEA masih menunjukkan tren positif. Volume penjualan meningkat sekitar 2,6 persen, sementara jumlah kunjungan ke toko fisik naik 1,9 persen. Hingga kini, sekitar 69 persen penjualan IKEA masih berasal dari toko fisik, sedangkan 28 persen transaksi dilakukan melalui platform online.
Strategi ini menunjukkan bahwa penutupan beberapa gerai bukan menjadi tanda melemahnya bisnis IKEA, melainkan bagian dari transformasi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan pola belanja konsumen di era digital.(Rhz2797)
