Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Lewat Tender, Ini Alasan TNI Dilibatkan Bangun 80 Ribu Koperasi Merah Putih

Juli 02, 2026 Last Updated 2026-07-02T12:02:03Z


Pemerintah menjelaskan alasan di balik pelibatan TNI dalam pembangunan program 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diambil karena proyek berskala nasional ini dinilai tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong perubahan ekonomi masyarakat desa.


Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian nasional dari tingkat desa melalui koperasi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.


Menurut Zulhas, membentuk puluhan ribu koperasi dalam waktu singkat bukan pekerjaan mudah. Selain membangun fasilitas pendukung, pemerintah juga harus mendorong perubahan pola pikir dan budaya ekonomi masyarakat agar koperasi dapat berjalan secara berkelanjutan.


"Konsep Koperasi Desa Merah Putih ini adalah agar ekonomi tumbuh dari desa. Intinya adalah pemberdayaan masyarakat," ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Nasional sektor kelautan dan perikanan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (2/7/2026).


Tender Dinilai Terlalu Lama


Zulhas menjelaskan, apabila pembangunan seluruh koperasi dilakukan melalui mekanisme tender secara terpisah, prosesnya diperkirakan akan memakan waktu sangat lama.


Karena itu, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang memberikan penugasan kepada Agrinas Pangan untuk bekerja sama dengan TNI dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.


Menurutnya, pola tersebut dipilih agar pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan serentak di berbagai daerah.


"Kalau harus ditender satu per satu, tentu akan memakan waktu yang sangat panjang. Karena itu pemerintah menugaskan Agrinas Pangan bekerja sama dengan TNI," jelasnya.


Dinilai Lebih Efisien dan Hemat Biaya


Keterlibatan TNI dalam proyek ini sempat menuai perhatian publik, terutama terkait aspek administrasi dan tata kelola pelaksanaan. Namun, Zulhas menegaskan kerja sama tersebut justru dinilai lebih efektif dibandingkan menggunakan sistem tender konvensional.


Ia meyakini pelaksanaan pembangunan oleh TNI mampu menekan biaya sekaligus menjaga kualitas pekerjaan di seluruh wilayah Indonesia.


Menurut Zulhas, pengalaman TNI dalam mengerjakan berbagai proyek pembangunan nasional menjadi salah satu alasan pemerintah memilih skema tersebut.


Dorong Ekonomi Desa Lebih Kuat


Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui desa. Kehadiran koperasi diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan, distribusi barang, hingga pemasaran hasil produksi lokal.


Dengan target mencapai 80 ribu koperasi, pemerintah berharap aktivitas ekonomi di tingkat desa semakin berkembang sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari akar rumput.(Rhz2797)