Suasana duka menyelimuti Teheran saat prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar pada Minggu (5/7/2026). Ratusan ribu warga memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang selama puluhan tahun memimpin Republik Islam Iran.
Namun, di tengah prosesi yang berlangsung khidmat, perhatian publik tertuju pada absennya Mojtaba Khamenei, sosok yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan Iran. Ketidakhadirannya memicu berbagai spekulasi sebelum akhirnya dijelaskan berkaitan dengan faktor keamanan.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, tiga putra Ali Khamenei, yakni Masoud Khamenei, Meysam Khamenei, dan Mostafa Khamenei, hadir mengikuti salat jenazah sang ayah. Sejumlah pejabat tinggi negara dan militer Iran juga tampak menghadiri prosesi tersebut, termasuk Komandan IRGC Ahmad Vahidi.
Sementara itu, Mojtaba Khamenei tidak mengikuti upacara pemakaman. Otoritas Iran dikabarkan mengambil langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman keamanan yang masih tinggi, termasuk adanya kekhawatiran atas potensi serangan yang menargetkan dirinya.
Salat jenazah dipimpin oleh ulama senior Iran, Ayatollah Jafar Sobhani, dan diikuti ratusan ribu jemaah. Sejumlah petinggi negara turut hadir, di antaranya Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.
Prosesi tersebut juga dihadiri Komandan Pasukan Quds IRGC, Esmail Qaani, bersama sejumlah pejabat militer dan tokoh agama lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terakhir kepada sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik Iran.
Selain jenazah Ali Khamenei, upacara juga menjadi momen penghormatan bagi empat anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam konflik yang terjadi. Salah satunya adalah cucunya yang masih berusia 14 bulan, Zahra Mohammadi Golpayegani, yang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Rekaman video yang beredar melalui kantor berita Tasnim memperlihatkan peti jenazah Zahra diletakkan berdampingan dengan peti sang kakek selama prosesi berlangsung. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam upacara pemakaman.
Ayah Zahra, Mohammad Javad Mohammadi Golpayegani, turut hadir mengikuti salat jenazah. Sementara ibunya, Boshra Khamenei, juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan yang sama.
Prosesi pemakaman ini berlangsung di bawah pengamanan ketat mengingat situasi keamanan di kawasan masih sangat dinamis. Di sisi lain, absennya Mojtaba Khamenei semakin mempertegas tingginya tensi politik dan keamanan yang masih membayangi Iran pascakonflik terbaru.(Rhz2797)
