Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Situasi semakin membuat warga sekitar panik setelah terdengar suara ledakan sebanyak dua kali dari lokasi kebakaran.
Warga yang tinggal di sekitar gedung tersebut langsung meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah penghuni kontrakan bahkan dibangunkan dan diminta segera keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke permukiman.
Warga Kaget Dengar Ledakan Dua Kali
Salah seorang warga bernama Atik (40) mengaku mendengar suara ledakan ketika baru pulang berjualan. Suara tersebut membuatnya terkejut karena terjadi di tengah kebakaran yang sedang berlangsung.
Atik mengatakan, suara ledakan tidak hanya terdengar sekali. Beberapa saat kemudian, ledakan kedua kembali terdengar sehingga membuat warga semakin panik.
Menurutnya, pemilik kontrakan langsung meminta para penghuni keluar dan membangunkan warga yang masih berada di dalam rumah.
Situasi tersebut membuat proses evakuasi dilakukan dengan cepat. Warga memilih keluar rumah untuk mencari lokasi yang lebih aman sembari menunggu petugas pemadam kebakaran mengendalikan api.
Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman
Atik mengaku ketakutan jika kobaran api dari gedung Bapenda DKI merembet ke kawasan permukiman di sekitarnya. Kekhawatiran tersebut semakin besar karena dia menyebut kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran sebelumnya.
Menurut Atik, petugas pemadam kebakaran langsung berdatangan tidak lama setelah warga mulai keluar rumah. Awalnya terlihat sekitar dua hingga tiga unit mobil pemadam, kemudian jumlahnya terus bertambah.
Keberadaan petugas Damkar membuat warga sedikit lebih tenang. Mereka tetap berada di luar rumah sambil memantau situasi hingga kondisi dinilai cukup aman.
Warga Baru Berani Pulang Dini Hari
Atik bersama keluarganya memilih bertahan di luar rumah selama proses pemadaman berlangsung. Ia mengatakan warga baru mulai kembali ke rumah sekitar pukul 02.30 hingga 03.00 WIB setelah situasi dianggap lebih aman.
Saat proses evakuasi, Atik mengaku hanya membawa barang-barang yang dianggap paling penting. Bersama anak-anaknya, dia membawa pakaian dan sejumlah dokumen penting seperti identitas serta berkas keluarga.
Bagi Atik, keselamatan keluarga menjadi prioritas utama dibandingkan menyelamatkan barang-barang lain yang berada di dalam rumah.
Warga Apresiasi Kerja Keras Petugas Damkar
Setelah situasi mulai terkendali, Atik bersyukur tidak ada barang penting miliknya yang hilang. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap petugas pemadam kebakaran yang bekerja keras menangani kobaran api.
Menurut pengamatannya, petugas Damkar terus bekerja hingga terlihat kelelahan dalam proses penanganan kebakaran.
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta tersebut pun membuat warga sekitar harus melakukan evakuasi sementara. Suara dua kali ledakan yang terdengar saat kejadian menjadi salah satu momen yang paling membuat warga panik dan khawatir akan keselamatan mereka.(Rhz2797)
