Notification

×

Iklan

Iklan

Arab Saudi Bikin Geger! Jutaan Ton Bijih di Madinah Disebut Mengandung Uranium

September 15, 2026 Last Updated 2026-09-15T05:22:04Z

 Arab Saudi mengungkap potensi besar sumber daya mineral di wilayah Madinah. Hasil penelitian dan studi geologi di proyek Jabal Sayid mengidentifikasi sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung unsur tanah langka, khususnya unsur tanah langka berat, serta konsentrasi uranium yang dinilai menjanjikan.


Informasi tersebut disampaikan Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud, dalam Konferensi Umum Badan Energi Internasional (IEA) di Vienna. Pernyataan tersebut kemudian diberitakan televisi pemerintah Arab Saudi pada Senin (14/9/2026).


Menurut Pangeran Abdulaziz, hasil penelitian di kawasan Jabal Sayid menunjukkan adanya potensi sumber daya mineral yang cukup signifikan. Temuan itu dinilai dapat memperkuat posisi Arab Saudi dalam pengembangan mineral kritis.


"Penelitian dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di wilayah Madinah telah mengidentifikasi sumber daya perkiraan sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung unsur bumi langka, terutama unsur bumi langka berat, di samping konsentrasi yang menjanjikan uranium," ujar Pangeran Abdulaziz, seperti dikutip dari Kuwait Times, Selasa (15/9/2026).


Jabal Sayid Dinilai Punya Potensi Besar


Pemerintah Arab Saudi menilai hasil studi tersebut menempatkan Jabal Sayid sebagai salah satu lokasi sumber daya unsur tanah langka yang signifikan dan tengah dikembangkan di dunia.


Potensi tersebut menjadi semakin strategis karena unsur tanah langka dan mineral kritis memiliki peran penting dalam berbagai industri modern. Material tersebut digunakan dalam sejumlah teknologi, termasuk elektronik, energi, kendaraan listrik, hingga sektor pertahanan.


Meski demikian, angka 114 juta ton tersebut merupakan estimasi sumber daya mineral berdasarkan penelitian dan studi geologi. Angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh material dapat ditambang atau telah menjadi cadangan ekonomis yang siap diproduksi.


Kerja Sama Arab Saudi dan AS Makin Erat


Pengembangan mineral kritis menjadi salah satu agenda yang semakin mendapat perhatian Arab Saudi. Pangeran Abdulaziz menyebut momentum tersebut semakin kuat setelah kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke Amerika Serikat pada November 2025.


Dalam kunjungan tersebut, Arab Saudi dan Amerika Serikat menandatangani kerangka kerja sama yang berkaitan dengan mineral kritis dan penguatan rantai pasokan.


Kerja sama tersebut kemudian berkembang melalui kemitraan antara perusahaan pertambangan Arab Saudi, Ma'aden, dan perusahaan Amerika Serikat, MP Materials.


Kemitraan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pengolahan dan pemisahan unsur tanah langka serta mengembangkan produksi uranium yang berkaitan dengan sumber daya mineral di kawasan tersebut.


Mineral Kritis Jadi Fokus Baru Arab Saudi


Pengembangan sumber daya mineral merupakan bagian dari upaya Arab Saudi memperluas sektor ekonominya. Negara tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, tetapi kini juga mendorong pengembangan sektor pertambangan dan mineral.


Temuan di Jabal Sayid berpotensi menambah nilai strategis sektor pertambangan Arab Saudi, khususnya jika penelitian lanjutan mampu mengonfirmasi kualitas, jumlah, serta kelayakan ekonomis sumber daya tersebut.


Di sisi lain, pengembangan uranium dan unsur tanah langka juga memiliki aspek strategis karena kedua jenis sumber daya tersebut berkaitan dengan kebutuhan teknologi dan industri berteknologi tinggi.


Dengan kerja sama internasional yang terus berkembang, proyek Jabal Sayid kini menjadi salah satu kawasan yang menarik perhatian dalam peta pengembangan mineral kritis global.(Rhz2797)