Notification

×

Iklan

Iklan

Karhutla Kaltim Belum Padam, 4.068 Personel Dikerahkan dan 319 Hektare Masih Terbakar

September 15, 2026 Last Updated 2026-09-15T07:18:09Z

 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus diperkuat pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan personel, operasi darat dan udara, hingga sarana pendukung terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan.


Kepala BNPB Suharyanto membahas perkembangan penanganan karhutla tersebut bersama Menteri Kehutanan, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim pada Senin, 14 September 2026.


Dalam koordinasi tersebut, pemerintah membahas penguatan satuan tugas di lapangan, dukungan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana.


Suharyanto menegaskan pemerintah pusat akan terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim sampai penanganan kebakaran benar-benar selesai.


“BNPB bersama seluruh kementerian/lembaga terkait berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim hingga api padam tuntas dan situasi kembali kondusif,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Selasa, 15 September 2026.


Lebih dari 5.700 Hektare Terbakar


Berdasarkan data BPBD Kalimantan Timur, luas lahan yang terdampak kebakaran sejak Januari hingga September 2026 telah mencapai sekitar 5.708,96 hektare.


Kondisi terbaru pada Minggu, 13 September 2026, menunjukkan terdapat 34 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Selain itu, tercatat 24 titik kejadian kebakaran dengan estimasi luas area terbakar mencapai sekitar 712,94 hektare.


Dari total luasan tersebut, tim gabungan telah berhasil menangani sekitar 392,99 hektare. Penanganan melalui operasi darat mencapai 377,99 hektare, sedangkan 15 hektare lainnya ditangani dengan dukungan operasi udara.


Namun, masih ada sekitar 319,95 hektare area yang harus ditangani lebih lanjut. Seluruh area yang masih terbakar tersebut berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).


Ribuan Personel Dikerahkan


Penanganan karhutla Kaltim melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Sedikitnya 4.068 personel dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman dan pengendalian kebakaran.


Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait lainnya.


Khusus untuk kawasan IKN, sekitar 324 personel turut diterjunkan. Mereka didukung unsur pemerintahan di tingkat kabupaten dan kecamatan untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak.


Keterlibatan banyak unsur tersebut dinilai penting karena karakteristik karhutla membutuhkan penanganan secara terpadu, baik untuk memadamkan titik api maupun mencegah kebakaran meluas.


Operasi Udara Disiapkan untuk Lokasi Sulit Dijangkau


Selain mengandalkan tim darat, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasi udara. Langkah ini menjadi penting terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh personel dan kendaraan pemadam dari jalur darat.


Operasi udara dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi Satgas Karhutla dalam mempercepat proses pemadaman.


Di sisi lain, BNPB juga menindaklanjuti permintaan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diajukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Kapolda Kalimantan Timur.


Pelaksanaan OMC mencakup wilayah Berau dan daerah sekitarnya. Operasi tersebut mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Puluhan Tangki Air Didistribusikan


Dukungan terhadap operasi karhutla tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel. Pemerintah juga terus memenuhi kebutuhan peralatan dan sarana pendukung di lapangan.


BNPB berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabes Polri untuk memenuhi kebutuhan operasi.


Salah satu dukungan yang diberikan berupa distribusi tangki air. Hingga saat ini, sebanyak 47 tangki air telah disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.


Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu tim gabungan menghadapi kondisi kebakaran, terutama di lokasi yang membutuhkan pasokan air secara cepat.


Fokus Pemadaman hingga Kondisi Terkendali


Pemerintah memastikan operasi penanganan karhutla di Kalimantan Timur masih terus berjalan. Seluruh unsur Satgas akan menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.


Dengan ribuan personel yang dikerahkan, dukungan operasi darat dan udara, OMC, serta tambahan sarana pemadaman, pemerintah menargetkan titik-titik kebakaran dapat segera dikendalikan.


Perhatian khusus diberikan terhadap kawasan IKN karena sekitar 319,95 hektare area yang masih dalam penanganan berada di wilayah tersebut.


BNPB bersama seluruh unsur terkait akan melanjutkan operasi hingga api benar-benar terkendali dan kondisi di Kalimantan Timur kembali kondusif.(Rhz2797)