Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ratusan warga mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu yang dibagikan melalui program tersebut.
Pada Rabu malam, 23 September 2026, Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan jumlah warga yang terdampak sementara mencapai 276 orang. Mereka dilaporkan mengalami gejala seperti mual dan pusing.
Namun, perkembangan terbaru pada Kamis, 24 September 2026, menunjukkan jumlah korban terus bertambah. Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyebut jumlah warga yang mengalami keluhan telah melewati 300 orang setelah sejumlah pasien kembali berdatangan ke fasilitas kesehatan.
Empat Fasilitas Kesehatan Disiapkan
Pemkab Batang langsung menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG.
Empat fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan antara lain Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.
Penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pasien. RSUD Kalisari juga sempat dipenuhi pasien sehingga sebagian warga harus mendapatkan perawatan di area yang tersedia di rumah sakit.
Telur Disebut, tetapi Penyebab Belum Dipastikan
Menu telur menjadi salah satu yang disorot dalam kasus dugaan keracunan MBG di Bawang. Wakil Bupati Batang Suyono menyebut sejumlah warga mengeluhkan rasa telur yang dianggap berbeda sebelum kemudian mengalami mual dan pusing.
Meski demikian, pemerintah belum menyatakan telur sebagai penyebab pasti. Sampel makanan MBG telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Karena itu, dugaan bahwa telur menjadi sumber gangguan kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kesimpulan mengenai penyebab kejadian baru dapat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penelusuran pihak terkait.
Orang Tua Ikut Mengalami Keluhan
Kasus ini tidak hanya dialami anak-anak penerima MBG. Sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami keluhan setelah mencicipi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.
Salah satu orang tua bahkan harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi sisa makanan MBG milik anaknya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari penelusuran pemerintah untuk mengetahui pola kejadian dan sumber gangguan kesehatan.
Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Seiring munculnya dugaan keracunan massal, distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah Bawang dihentikan sementara untuk evaluasi.
Pemerintah masih melakukan pendataan, menangani warga yang mengalami keluhan, sekaligus menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
Hingga hasil pemeriksaan keluar, penyebab pasti kasus tersebut belum dapat disimpulkan. Dugaan keracunan MBG di Batang masih dalam proses penanganan dan investigasi.
Perkembangan jumlah korban juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan masuknya warga ke fasilitas kesehatan.(Rhz2797)
